Timika, fajarpapua.com- Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah memproyeksikan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Pasar Sentral Timika senilai Rp2,2 miliar pada 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua Tengah Matius Way di Timika, Kamis mengatakan ada tiga jenis retribusi yang dipungut di Pasar Sentral Timika yakni retribusi parkir, pelayanan sampah dan retribusi pelayanan pasar.
"Kami yakin akan mencapai target tahun 2026, karena saat ini pencetakan karcis untuk retribusi masuk pasar juga terus mengalami peningkatan," ujarnya.
Menurut Matius Way, dari proyeksi Rp2,2 miliar pada 2026, total realisasi penerimaan periode Januari hingga Juni ini sudah mencapai Rp1,005 miliar atau 45,71 persen dari proyeksi 2026.
Ia mengatakan dari tiga jenis retribusi pasar, retribusi layanan persampahan pada 2026 ditargetkan senilai Rp100 juta dan saat ini realisasi pungutan periode Januari hingga Juni mencapai Rp38,8 juta atau 38,8 persen.
Retribusi penyediaan tempat usaha ditarget Rp600 juta, sedang realisasi penerimaan mencapai Rp322,06 juta atau 53,68 persen. Kemudian retribusi penyediaan tempat parkir ditargetkan Rp1,5 miliar dan realisasi penerimaan mencapai Rp644.00 juta atau 42,99 persen.
Ia mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan penataan di Pasar Sentral Timika mulai dari penataan pedagang, persampahan dan penataan fasilitas pendukung.
"Ketika saya ditunjuk untuk menangani pasar saya mulai melakukan penataan, dengan melakukan pendekatan persuasif mengajak mama-mama yang berdagang di luar depan pasar untuk masuk dan berjualan di dalam, memindahkan pasar daging babi ke gedung yang baru, dan gedung lama digunakan untuk mama-mama Papua menjual noken," ujar.
Saat ini pihaknya sedang melakukan pembangunan pintu utama pagar masuk pasar agar para pedagang yang berkunjung ke pasar menjadi lebih tertib dan teratur.
"Kenapa saya memindahkan pintu masuk pasar ini di tengah, karena itu juga merupakan permintaan masyarakat sehingga kami meresponsnya untuk mengerjakannya tahun ini. Di situ nanti ada jalur masuk dan keluar sehingga petugas kami dapat melakukan pengawasan hanya di satu tempat," ujarnya.
Ia juga mengatakan, fasilitas pendukung yang ada dalam pasar juga terus dibenahi, sehingga hal-hal yang menjadi keluhan pedagang dapat ditangani secara cepat.
Ia menambahkan saat ini jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Sentral Mimika mencapai sekitar 3.000 orang.(ant)










