Lewati ke konten utama

Kecam KKB, Lemasko Apresiasi Upaya Satgas Damai Cartenz Selamatkan Warga yang Disandera di Jila

Redaksi Fajar PapuaPenulis
09.25 WIT3 menit baca45 dibaca
Marianus Maknaipeku.
Marianus Maknaipeku.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Wakil Ketua I Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Kabupaten Mimika, Marianus Maknaipeku mengapresiasi kinerja Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat di Papua.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul respons aparat keamanan dalam proses evakuasi warga yang berhasil diselamatkan dari penyanderaan oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.

Menurut Marianus, upaya aparat keamanan dalam merespons situasi yang mengancam keselamatan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi warga.

“Selaku Wakil Ketua I Lemasko, saya mengapresiasi kinerja Satgas Damai Cartenz yang selama ini telah bekerja untuk masyarakat Papua, khususnya dalam menjaga keamanan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Marianus kepada fajarpapua.com, Selasa (22/9).

Ia juga mengapresiasi respons aparat keamanan dalam proses evakuasi warga yang berhasil diselamatkan dari penyanderaan di Distrik Jila.

Marianus menilai keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Setiap warga, kata dia, berhak mendapatkan perlindungan serta menjalani kehidupan secara layak bersama keluarganya.

Selain itu, Marianus berharap aparat keamanan TNI dan Polri terus melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam berbagai aksi kejahatan dan gangguan keamanan yang merugikan masyarakat.

“Kami berharap aparat keamanan TNI dan Polri dapat terus melakukan upaya penegakan hukum dan menangkap para pelaku kejahatan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga masyarakat tidak lagi menjadi korban,” katanya.

Marianus juga mengecam segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil. Ia meminta kelompok bersenjata yang masih melakukan penyanderaan agar segera membebaskan dan mengembalikan masyarakat yang tidak bersalah kepada keluarganya.

“Tidak boleh ada kekerasan terhadap masyarakat sipil. Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan dan meminta kepada kelompok yang masih menyandera masyarakat agar segera mengembalikan mereka kepada keluarganya. Masyarakat yang tidak bersalah harus diberikan kesempatan untuk hidup layak, berkumpul bersama keluarga, mendapatkan makanan, dan menjalankan kehidupan dengan aman,” tegasnya.

Sebagai tokoh adat, Marianus mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan menghindari perselisihan.

Menurutnya, kehidupan yang saling menghormati dan berdampingan menjadi bagian penting dalam menciptakan Papua yang aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang.

“Mari kita bersama-sama hidup damai tanpa perselisihan. Kita harus saling menghormati, saling menjaga dan hidup berdampingan sebagai sesama masyarakat Papua. Dengan kebersamaan dan kedamaian, kita dapat membangun Papua yang aman sehingga masyarakat dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan tenang,” ajaknya.

Marianus berharap sinergi antara aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat agar tercipta situasi yang kondusif dan kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan baik. (ron)