Timika, fajarpapua.com – Kapal LCT Cahaya Permata Hati yang mengangkut pasir dilaporkan mengalami kebocoran dan tenggelam di sekitar perairan Puriri, Timika, Senin (28/9) sore. Sebanyak delapan orang berada di atas kapal saat insiden terjadi.
Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Rakyat Pomako pada Senin sekitar pukul 06.00 WIT dengan tujuan Pelabuhan Asmat.
Saat dalam perjalanan, tepatnya di sekitar perairan Puriri, kapal mengalami kebocoran sekitar pukul 15.18 WIT hingga akhirnya tenggelam.
Menerima laporan kejadian tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna, S.H., M.M., melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery, S.E., langsung memberangkatkan tim SAR gabungan menuju lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan dikerahkan menggunakan LCT Tri Anugerah Maritim 605 dan RBB Basarnas untuk melakukan pertolongan serta memastikan kondisi seluruh orang yang berada di atas LCT Cahaya Permata Hati.
Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR gabungan masih bergerak menuju titik lokasi kapal tenggelam untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Adapun delapan orang yang berada di atas LCT Cahaya Permata Hati berdasarkan data POB (Person On Board), yakni:
1. Melianus – Nahkoda 2. Firwansyah 3. Ridwan 4. Muhamad Adil 5. Hamsir 6. Khaidir Aswar 7. Firman P. Hutagaol 8. Muhamad Syarif Hamzah
Informasi mengenai kondisi dan keberadaan delapan orang tersebut masih menunggu perkembangan operasi SAR di lokasi kejadian.














