Timika, fajarpapua.com – Delapan penumpang LCT Cahaya Permata Hati yang mengalami kebocoran hingga karam di perairan Puriri, Kabupaten Mimika, berhasil ditemukan sekitar pukul 23.00 WIT, Senin (27/9).
Informasi yang diperoleh fajarpapua.com, tim pencarian tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 23.00 WIT, Senin (28/9/2026) malam dan menemukan seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang masih berada di bagian anjungan kapal.
Kedelapan penumpang yang berhasil selamat tersebut kemudian dievakuasi oleh tim Basarnas Mimika.
Tim kemudian kembali dari lokasi sekitar pukul 00.30 WIT dan tiba sekitar pukul 02.00 WIT Selasa pagi.
Adapun delapan orang yang berada di atas LCT Cahaya Permata Hati berdasarkan data POB (Person On Board), yakni:
1. Melianus – Nahkoda 2. Firwansyah 3. Ridwan 4. Muhamad Adil 5. Hamsir 6. Khaidir Aswar 7. Firman P. Hutagaol 8. Muhamad Syarif Hamzah.
Sebelumnya diberitakan, Kapal LCT Cahaya Permata Hati yang mengangkut pasir dilaporkan mengalami kebocoran dan tenggelam di sekitar perairan Puriri, Timika, Senin (28/9) sore.
Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Rakyat Pomako pada Senin sekitar pukul 06.00 WIT dengan tujuan Pelabuhan Asmat.
Saat dalam perjalanan, tepatnya di sekitar perairan Puriri, kapal mengalami kebocoran sekitar pukul 15.18 WIT hingga akhirnya tenggelam.
Menerima laporan kejadian tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna, S.H., M.M., melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery, S.E., langsung memberangkatkan tim SAR gabungan menuju lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan dikerahkan menggunakan LCT Tri Anugerah Maritim 605 dan RBB Basarnas untuk melakukan pertolongan serta memastikan kondisi seluruh orang yang berada di atas LCT Cahaya Permata Hati.(red)







