Jaga Bebek Demi Hidupi Adik, Sepenggal Kisah dari Pejabat Putra Asli Kamoro

by -
Marselino saat lakukan kunjungan kerja ke Jita dan Agimuga

RAMAH, tenang, dan murah senyum itulah yang dilukiskan dari sosok seorang Marselino Mameyao, SKM. Ia baru saja menjabat sebagai Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Pria yang akrab disapa Pak Marsel ini ketika dikunjungi Fajar Papua, Senin (10/8) tengah sibuk dengan segudang administrasi Dinkes dan juga melayani tamu yang hilir mudik di ruang kerjanya.

Marselino Mameyao lahir di Jayapura, 14 Mei 1968, putra ketiga dari enam bersaudara buah cinta Apolonaris Mameyau (alm) dan Kristina Markapereyau (alm). Ayahnya seorang PNS di Pemda Fak- Fak waktu itu, sedangkan ibundanya seorang perawat.

Masa kecil Marsel lebih banyak dihabiskan bersama kakek dan nenek di Atuka untuk bersekolah, ia tahu betul kehidupan zaman dulu susah menempahnya menjadi orang seperti saat ini. Ia bersama saudaranya hidup sederhana digubuk kecil milik kakek.

“Dulu kami semua hidup dengan tete (kakek, red). Waktu itu bapa dan mama tugas di Fak-Fak. Semua pekerjaan saya kerjakan mulai dari pangkur sagu, mancing, menjaring ikan, ya seperti menjalani kehidupan orang pesisir pantai pada umumnya,” kisahnya.

Ia ingat betul salah seorang adiknya Frans Mameyao dulu tidak bisa makan sagu. Marsel kecil terpaksa membantu tetangga untuk menjaga bebek, upahnya dapat nasi dan diberikan kepada adiknya agar dimakan. Selain itu selama sekolah di Atuka dia hanya mempunyai satu pasang pakaian.

“Dulu pakaian seragam tidak ada, saya hanya punya pakaian biasa satu pasang dan itu saya pakai terus sampai tamat. Pengalaman pahit itu memotivasi saya untuk belajar lebih keras menggapai cita-cita,” kenangnya.