Orang Tua Murid di Timika Mengeluh, “Mana Pusing Ajar Anak, Mana Pusing Pikir SPP”

by -
Orang tua murid
Orang tua murid, Steven Teurupun

Timika, fajarpapua.com
Beban ganda yang dirasakan orang tua murid di Kota Timika mulai dikeluhkan. Bukan hanya dibebani tugas sebagai “guru” mengajar anak mereka, para orang tua murid juga dibebani kewajiban membayar uang SPP.

Steven Teurupun, orang tua murid kepada Fajar Papua Rabu (9/9) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika mengevaluasi kembali metode belajar online yang kini dipraktekkan hampir semua sekolah wilayah itu.

Pasalnya, metode pembelajaran seperti itu dinilai tidak efektif dan hanya menimbulkan persoalan baru ditengah masyarakat.

“Memang saya akui kebijakan pemerintah belajar dari rumah sudah tepat demi memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Tapi kelihatan miris sekali yaitu guru hanya memberi tugas alias PR tanpa ada penjelasan pelajaran terkait mata pelajaran dimaksud,” ujarnya.

Dia mengusulkan proses belajar mengajar tetap menggunakan metode tatap muka online. Atau guru merekam video pelajaran lalu diedarkan di masing-masing WA siswa. Supaya anak tetap diberi penjelasan dalam setiap mata pelajaran.

“Yang terjadi sekarang siswa kerja soal melulu, tidak ada penjelasan atau koreksi. Akhirnya murid hanya monoton,” ujarnya.

Yang membuat dirinya kurang puas, meskipun sudah mengambil peran guru, orang tua tetap dibebani kewajiban membayar uang SPP.

“Saya doakan supaya pandemi ini berakhir dan sekolah bisa normal kembali. Karena nasib orang tua miris, ajar anak tanpa gaji, malah dia yang bayar gaji orang,” paparnya.

Sedangkan Martina yang juga orang tua murid mengusulkan agar pungutan dari sekolah diringankan.

banner 300250

“Bisa gila lho, mana penghasilan sudah turun, belum lagi beli paket internet, tiap hari harus teriak-teriak ajar anak, belum lagi pungutan dari sekolah, pusing,” keluhnya.

Mereka berharap pemerintah bisa merumuskan kebijakan agar persoalan ini bisa diatasi dan beban orang tua berkurang.(jun)

INFO IKLAN 0812-3406-8145