Timika, fajarpapua.com
Setelah vakum selama 5 bulan, akhirnya kapal penumpang milik PT Pelni, KM Tatamailau pada Rabu (16/9) kembali singgahi pelabuhan Pomako, Timika, Papua.
Sesuai pantauan Fajar Papua, kapal sandar sekitar pukul 02.00 WIT dini hari, Rabu. Selanjutnya kapal kembali bertolak pukul 05.00 WIT di hari yang sama.
Yang berbeda kali ini, penumpang yang turun hanya sekitar 50-an orang. Tampak mereka berdiri agak berjauhan. Setelah turun, semua penumpang menjalani pemeriksaan suhu. Tampak petugas medis dan aparat keamanan berdiri stand by di bawah pelabuhan.
Semua penumpang yang turun maupun naik wajib menunjukkan surat rapid test keterangan bebas Covid 19. Jumlah penumpang yang naik juga sedikit, tidak seperti sebelum masa pandemi Covid 19.
Pelabuhan Pomako Sempit dan Semrawut.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika berkomitmen membenahi infrastruktur, tidak hanya pembangunan sarana dan prasarana jalan, air bersih, listrik, tapi juga perluasan pembangunan bandara, dan lapangan terbang (lapter) yang ada di pedalaman.
Pemkab memberi porsi yang sama terhadap pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Laut Nusantara Pomako. Sebab, pelabuhan utama Kabupaten Mimika itu sempit dan semrawut.
Dalam waktu dekat Wakil Bupati Johannes Rettob, S.Sos,MM akan ke Jakarta mengadakan pertemuan dengan Menteri Pehubungan RI, Budi Karya berkaitan dengan tindak lanjut pembangunan pengembangan pelabuhan Pomako.
Wabup JR mengatakan, pelabuhan Pomako target Pemkab untuk diperluas agar tidak kocar-kacir dan sembrawut seperti saat ini.
โIntinya keamanan dan keselamatan pelayaran itu penting. Tahun ini sementara ada pembangunan rehabilitasi dermaga yang mana kemarin sempat turun. Diharapkan pembangunan rehab cepat selesai dan hasil pertemuan dengan Pak Menhub akan langung ditindaklanjuti pekerjaan tahun depan,โ tandas Wabup JR kepada Fajar Papua, Selasa (15/9).
Kata dia, pembangunan kawasan pelabuhan Pomako dibiayai APBN dengan alokasi anggaran melalui Kemenhub RI.
"Bangun Pelabuhan Laut Pomako bisa kolaborasi anggaran dari APBN dan APBD Mimika. Dinas Perhubungan dapat mengajukan program dan anggaran 2021, supaya tahun depan ada dua sumber dana untuk pekerjaan proyek itu," papar JR.
Menurutnya, kondisi Pelabuhan Pomako saat ini masih memprihatinkan. Selain kecil, fasilitas perkantoran otoritas pelabuhan, fasilitas listrik dan juga air bersih tidak ada.
"Tahun depan mulai dibenahi pelan-pelan semua fasilitas pemerintah bangun. Pemerintah lengkapi semua yang kurang, setidaknya semua yang berkepentingan dengan kegiatan di kawasan pelabuhan merasa nyaman.
Saya akan bicarakan khusus pelabuhan dengan Pak Menteri Perhubungan kekurangan kita di sini ada perhatian khusus dari Pak Menteri. Kita upayakan kalau beliau jawab, kita akan undang beliau datang ke Timika untuk melihat hasil yang sudah dikerjakan seperti bandara dan pelabuhan laut Pomako,โ terang mantan kepala dinas perhubungan Kabupaten Mimika itu.(boy/mar)

