Timika Memang Aneh, Bar Dibuka, Karaoke Dibuka, Miras Dibuka, Lantas Kapan Sekolah Dibuka ?

by -

Timika, fajarpapua.com – Proses belajar dari rumah atau yang lebih dikenal dengan belajar online yang telah berlangsung selama hampir satu tahun ajaran ini mulai dikeluhkan orang tua murid.

“Belajar online belum mampu meningkatkan kemampuan siswa, karena pada umumnya guru mata pelajaran hanya memberikan tugas ke siswa tanpa menjelaskan materi pembelajaran,” ujar Ibu Dewi, salah satu orang tua siswa SD Koperapoka kepada Fajar Papua, Rabu (11/11).

Ia juga mempertanyakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika yang hingga kini belum membuka sekolah, padahal tempat hiburan seperti bar, karaoke, bilyard bahkan tempat penjualan minuman keras sudah dibuka.

“Seharusnya dinas sudah mengambil langkah untuk membuka sekolah sehingga anak didik bisa bertatap muka dan menerima haknya sebagai siswa,” jelasnya.

Protes belum dibukanya sekolah ini ternyata juga ramai dibahas di media sosial oleh warga RT Timika sejak beberapa hari terakhir.

Akun @adamalfamandibondibo dalam unggahannya di grup Facebook Info Kejadian Kota Timika menanyakan kepada pemerintah soal pembukaan sekolah.

“Kepada Pemerintah Republik Indonesia , Provinsi Papua dan juga Kabupaten Mimika yang kami hormati. Saya hanya ingin bertanya, kapan anak anak kami akan kembali bersekolah,” tanyanya.

Akun ini juga mempertanyakan, apakah pemerintah dan dinas terkait tidak memiliki solusi untuk membuka sekolah kembali.

“Apakah tidak ada solusi bagi pendidikan. Jika benar ada virus ini, apakah tak ada solusi,” tanyanya.

banner 300250

Dalam kesempatan itu, akun ini juga memberikan masukan beberapa hal agar sekolah kembali dibuka.

“Misalkan kuota anak sekolah dikurangi. Contohnya sekelas yang biasanya diisi 20 orang dijadikan 10 orang. Bila perlu dikawal orang tua untuk belajar dan mengawasi di saat waktu istirahat,” jelasnya.

Atau lanjutnya, waktu belajar tatap muka di sekolah dikurangi. “Misalkan awalnya 9 jam dijadikan 4 jam.Tolonglah bijak dalam hal ini.Tiap permasalahan pasti miliki solusi,” jelasnya.

Akun ini juga mengkritisi, pengambil kebijakan, baik pemerintah, dinas dan sekolah yang dinilainya tidak peka.

“Jika anda memang berniat baik tolong pikirkan dampak buruk belajar online. Yang perlu diketahui, gadget atau handphone memiliki dua sisi baik dan buruk di dalamnya. Handphone juga mudah mengakibatkan anak terhipnotis dengan sarana di dalamnya. Apakah hal ini dibiarkan agar kelak dunia ini dipenuhi dengan anak yang rusak mentalnya karena gadget ini?,” tanyanya.

Tak hanya di situ, kata dia, akibat sekolah tutup banyak anak usia sekolah yang menjadi juru parkir didepan toko. Bawa karton tutupi motor yang berharap diberi uang oleh pemilik motor.

“Hal ini menciptakan rasa mandiri pada mereka. Namun juga memupuk perilaku mengharapkan belas kasihan orang lain. Apa jadinya nanti kedepan,” sesalnya.

Menurutnya belajar online akibat pandemic Covid-19 ini hanya sebuah omong kosong yang harus segera diakhiri.”Omong kosong apa nih berlarut-larut. Kasihan sekali dengan generasi ini,” tulisnya.

Akun ini juga mengungkapkan, setiap siswa didik memiliki kemampuan yang berbeda dalam menerima materi belajar online.

“Pemahaman anak tak sama. Ada yang mampu menerima secara lisan penyampaian guru. Ada siswa yang mampu menerima kata dan dipadukan bahasa tubuh.
Mengajar karakter berbeda inilah yang menjadi dasar didirikan sekolah. Kalau seperti ini, akan hancur kedepannya. Tolong pikirkan yg terbaik untuk mereka. Stop baku tipu rame. Cari solusi sudah, demi mereka,” tutupnya.

Akun @thomasrobert mendukung argumen tersebut. “Sangat setuju apa yg dikatakan Adam Alfa Mandibondibo kami sangat kesal, tempat2 hiburan dibuka kok sekolah2 ditutup,, ada apa ini,” tulisnya dengan nada tanya.

Sementara akun @maresjr meminta pemerintah menghentikan sandiwara soal Covid-19 ini. “Sangat benar dan benar. Hentikan sdh sandiwara corona virus yg hanya menguras anggaran negara,” tegasnya.

Sedangkan akun @lililalaubro menanyakan dasar kebijakan penutupan sekolah, sementara tempat hiburan tetap buka. “Sekolah tutup ibadah terbatas tp pasar mlm ramai tdk takut Tuhan tp takut corona,” sindirnya.

Akun @jndlogz menilai, butuh tindakan nyata dari dinas terkait untuk membuka kembali sekolah. “Butuh tindakan pasar malam sja lebih 1000 org bisa kenapa sekolah TDK bisa permainan apa ini kapan game over nya?,” tanyanya.

INFO IKLAN 0812-3406-8145