Lewati ke konten utama

PT Freeport Siap Fasilitasi Bus Pulangkan Ribuan Pengungsi 3 Kampung Tembagapura

fajar PapuaPenulis
04.26 WIT3 menit baca33 dibaca
Kayame
KayameFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Mama Martina Natkime kepada wartawan mengatakan dirinya sedih, susah karena selama sekian bulan di Timika ada puluhan saudaranya meninggal dunia karena sakit.

Sejak berada di Timika, ribuan warga Banti Opitawak cari hidup sendiri. "Timika serba uang, mau kemana harus uang, tapi kalau di Tembagapura mereka tidak perlu uang, ada kebun petatas, keladi, singkong. Kalau lapar rebus atau bakar keladi dan bisa bertahan hidup seharian. Di Timika mereka mau berkebun, tapi tidak punya lahan, kemana-mana serba uang. Tinggal di kos pemilik kos usir, air dimatikan, listrik dimatikan, akhirnya warga harus tinggal bersama dengan saudaranya 3-5 keluarga. Awal saja yang Pemkab bantu, setelah itu masyarakat cari hidup sendiri-sendiri. Saya sedih, menangis karena ada saudara-saudara meninggal karena sakit, ada yang sama sekali kesulitan keuangan. Kasihan mereka tidak berdaya,” terang Martina.(tim)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.