PT Freeport Siap Fasilitasi Bus Pulangkan Ribuan Pengungsi 3 Kampung Tembagapura

by -
Kayame
Arnold Kayame

Timika, fajarpapua.com – Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan siap memulangkan warga Banti I, II dan
Opitawak Distrik Tembagapura. Freeport masih menunggu keputusan final Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika, DPRD dan Forkompinda soal kepastian kepulangan ribuan warga tersebut.

Disisi lain, Pemda dan DPRD Mimika sudah memutuskan warga naik secepatnya sebelum natal, sehingga PTFI dapat mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan kepulangan mereka, seperti tempat tinggal dan logistik.

VP Community Relation dan Human Right PTFI, Arnold Kayame kepada wartawan di Timika, Selasa (15/12) menyatakan, manajemen PTFI sudah lama mendengar desakan warga untuk kembali.

Warga menuntut Pemkab dan DPRD agar kembali namun baru diputuskan saat ini. Warga menginginkan merayakan natal di kampung halaman masing-masing sebagai warisan leluhur dan nenek moyang sejak dulu.

Sebelum ada Freeport kampung Banti, Opitawak dan Kimbeli sudah ada. Jika pada Maret lalu mereka mengungsi ke Timika dengan alasan keamanan dimana terjadi kontak senjata antara KKB dan TNI/Polri, sehingga demi keamanan mereka turun ke Timika. Namun dengan amannya situasi saat ini, mereka meminta kembali.

Banti I, Banti II, Kimbeli dan Opitawak masuk dalam area zona kerja PTFI. Sebelumnya program PTFI membangun rumah masyarakat, rumah sakit dan sekolah. Sejak masalah itu rumah sakit dibakar, sekolah juga hancur.

BACA JUGA:  Buka Akses Jalan Wilayah Gunung, Pemerintah Gandeng Zipur TNI AD Lanjutkan Pekerjaan Jalan Opitawak- Aroanop

Gereja milik warga sudah lapuk dan penuh dengan kotoran. Untuk itu tugas Pemkab dan PTFI memperhatikan warga dengan merehab kembali rumah dan gereja supaya mereka bisa rayakan natal di kampung halamannya.

Tim bersama yang dibentuk Pemkab menurut rencana pada 18 Desember akan meninjau lokasi ketiga kampung itu selama satu hari.

Setelahnya, tim kembali melakukan evaluasi apakah tanggal 20 Desember masyarakat bisa naik atau tidak.

PTFI akan menyediakan fasilitas bus terpenting kepala kampung dan tokoh masyarakat dapat mendata warga yang mau naik secara akurat. Data warga ini bertujuan memastikan kesiapan jumlah bus oleh manajemen PTFI.

“Intinya manajemen PTFI selalu berkoordinasi dengan tim dari Pemkab, DPRD dan Forkompinda,” ujarnya.

Soal keamanan, kata Arnold, sudah ada pemaparan dari Kapolres dan Dandim 1710 Mimika bahwa situasi keamanan Banti, Opitawak dan Kimbeli saat ini relatif aman.

“Sudah ada jaminan dari Kapolres dan Dandim, berarti masyarakat bisa naik secepatnya dan mereka bisa hidup di kampung halamannya,” tuturnya.

INFO IKLAN 0812-3406-8145
DEMO AGEN MINYAK TANAH, TUNTUT KEPASTIAN SURAT IJIN LINGKUNGAN