Palang Dibuka, Wabup JR : Kalian Stop Mabuk, Saya Saja Pernah Dipalang di Sini !!!

by -
20210308 135606
Wakil bupati John Rettob didampingi Dandim dan Dayon 754 sedang berdialog dengan warga pelaku pemalangan.

Timika, fajarpapua.com – Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob meminta warga untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus itu kepada aparat penegak hukum.

Didampingi Dandim 1710 Mimika, Danyon 754, Wabup John Rettob pada Senin siang mendatangi para pelaku pemalangan di Kampung Asmat, Pomako.

20210308 135627
Warga kampung Asmat yang melakukan pemalangan.

Ketika diberi kesempatan berbicara, Silvester, perwakilan kampung Asmat mengecam kasus penembakan yang menimpa warga mereka.

“Saya sudah 30 tahun di sini. Penembakan tidak prosedur. Siapa yang serang dia. Saya tidak mau panjang lebar. Saya tuntut Rp 5 miliar,” ujarnya singkat.

Sementara Wakil Bupati Mimika John Rettob menyatakan proses hukum tetap dilaksanakan. Dirinya baru saja menengok korban di RSUD Mimika dimana kondisinya sudah stabil.

“Prosesnya bukan begini, langsung palang dan tuntut bayar Rp 5 miliar.
Saya sudah ke rumah sakit, ketemu mamanya. Semua obat nanti Pemda yang tanggung. Sekarang ditangani sekian banyak dokter sampai dia sembuh,” paparnya.

Dengan nada keras, Wabup JR mengingatkan warga Asmat dan Kamoro Pomako agar stop mabuk-mabukan.

“Kalian stop minum-minum. Saya saja pernah dipalang waktu lewat sini apalagi masyarakat lain,” tegas JR dengan nada tinggi.

Sedangkan Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya menyatakan para pelaku akan diproses hukum.

“Saya sudah koordinasi pak Kapolres, Danyon, Subdenpom, para pelaku tetap diproses hukum,” bebernya.

Dia juga berpesan jika ada warga yang menemukan warga lain menjual minuman keras harap melapor pihaknya.

“Di sini ada Danramil dan Babinsa, siapapun akan diangkut,” tegas Dandim.