Karyawan Mogok Kerja Freeport Demo di Patung Kuda, Menolak Lupa Janji Presiden

by -
IMG 20210313 WA0011
Karyawan mogok PT Freeport demo di Patung Kuda

Timika, fajarpapua.com – Sejumlah mantan karyawan PT Freeport Indonesia yang dipecat dalam aksi mogok kerja tahun 2018 lalu, pada Jumat (13/3) menggelar aksi di Patung Kuda, Jakarta. Aksi yang bertemakan “Menolak Lupa Janji Presiden” itu berisi ketidakpuasan atas perlakuan yang mereka terima sekaligus mempertanyakan intervensi negara atas nasib mereka.

Berikut pers release yang diterima redaksi fajarpapua.com

“Sulit mendapatkan “Keadilan” di Papua yang menyebabkan 28 Orang dari Rekan kami meninggal dunia, Anak-anak kami terancam dan tidak bisa melanjutkan pendidikan, serta banyak dari kami yang kehilangan tempat tinggal karena diusir dan karena rumah ditarik lalu dilelang oleh pihak bank-bank yang secara sepihak memblokir rekening pribadi milik kami dengan alasan bahwa pihak bank diminta oleh PT Freeport Indonesia.

70 orang dari kami terpaksa harus datang jauh-jauh menggunakan Kapal laut dari Papua menuju Surabaya dan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta menuju Jakarta hingga tiba pada 31 Juli 2018 untuk mencari yang namanya “Keadilan”.

Selama bersafari mengeliling Jakarta sejak Tanggal 31 Juli 2018 hingga 03 Februari 2019 untuk mencari Keadilan, tidak ada satupun hasil yang berbuah keadilan bagi kami. Dan karena Kami sudah tidak tahu lagi harus kemana pada saat itu, karena terkesan pihak-pihak yang kami temui ikut
membela dan melindungi Freeport demi membuka telapak tangan kepada Freeport, tanggal 4 Februari 2019 kami lakukan aksi dan tetap nginap di seberang Istana Merdeka hingga pada tanggal 12 Februari 2019 kami diminta oleh Paspampres untuk mempersiapkan diri karena Presiden Joko Widodo bersedia menemui kami pada 13 Februari 2019.

Dalam pertemuan kami bersama Presiden yang didampingi Kepala Staf Presiden, Bapak Moeldoko, di dalam Istana Merdeka, kami menyampaikan alasan-alasan mengapa kami harus datang jauh-jauh dari Papua hingga ke Jakarta dan bertahan selama berbulan-bulan meninggalkan Istri dan Anak-anak kami demi mendapatkan Perlindungan dan Keadilan dari negara.

Setelah kami menyampaikan alasan-alasan mengapa kami harus datang jauh-jauh dari Papua ke Jakarta, serta kami memberikan masukkan cara mengakhiri permasalahan mogok kerja freeport kepada Bapak Presiden, Bapak Presiden merespon dengan menyampaikan bahwa Bapak Presiden akan segera memanggil kami dan Menteri-menteri terkait serta pihak PT Freeport Indonesia dalam sebuah pertemuan khusus/mediasi untuk mencari win-win solution.