Sudah 8 Tahun Jaringan Pipa Air Bersih Kota Timika Dipasang, Lalu Kapan Mengalir ? Ini Masalahnya

by -
VP Corporate Communication PTFI, Riza Pratama
VP Corporate Communication PTFI, Riza Pratama

Riza menjelaskan, sesuai nota kesepahaman, PTFI hanya bertanggungjawab membangun penampungan induk. Sedangkan jaringan pipa distribusi untuk masuk ke rumah-rumah warga dalam kota Timika merupakan tanggungjawab Pemda Mimika.

“Jika sudah selesai dibangun jaringan pipa distribusi maka tinggal konek saja dari pusat penampungan supaya bisa dialirkan ke rumah-rumah warga di Kota Timika,” kata Reza.

Sementara Manager General Construction & Special Project PTFI, Lenny Josephina, mengaku secara umum instalasi pengolahan sudah siap beroperasi. Bahkan saat ini pihaknya tengah melakukan ujicoba untuk melihat kesiapan fasilitas tersebut.

Dijelaskan, untuk fasilitas pengolahan air bersih yang dibangun PTFI saat ini memiliki kapasitas 200 liter perdetik.

“Dengan kapasitas ini sebenarnya sudah bisa melayani kebutuhan konsumen di wilayah Kota Timika,” ujarnya.

Namun Lenny menegaskan, kapasitas fasilitas pengolahan yang ada saat ini bisa ditingkatkan hingga 500 liter air bersih perdetik. Dengan demikian, fasilitas air bersih yang dibangun di Kuala Kencana itu nantinya selain akan menyuplai kebutuhan air bersih untuk warga Kota Timika juga l sampai di Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur.

“Sehingga kedepannya, fasilitas tersebut bisa juga dinikmati oleh warga di Pomako,” tuturnya.

Sementara sebelumnya dalam Peringatan Hari Air Sedunia pada 22 Maret 2021 lalu, Lenny juga menegaskan PTFI terus memberikan dukungan penuh agar masyaraka Kabupaten Mimika memiliki akses untuk mendapatkan air minum bersih dan layak.

Dikatakan hingga saat ini Papua menjadi provinsi dengan persentase kedua terendah yang memiliki akses bagi warganya untuk mendapatkan air minum yang bersih dan sehat.