PAPUA

Tokoh Adat Animha Tegaskan Masyarakat Tak Boleh Menolak Kehadiran PON dan Peparnas

pngtree vector tick icon png image 1025736
6
×

Tokoh Adat Animha Tegaskan Masyarakat Tak Boleh Menolak Kehadiran PON dan Peparnas

Share this article
IMG 20210516 WA0037
Tokoh Adat Anim Ha, Hendrikus Denualik

Merauke, fajarpapua.com – Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) ke-16 dipastikan akan berlangsung di Provinsi Papua tahun ini.  Peparnas XVI akan diselenggarakan tanggal 15-26 Agustus dan PON XX tanggal 2-15 Oktober 2021.

Menyambut kedua hajatan akbar nasional ini, segala persiapan telah dimulai dari infrastruktur penyelenggaraan, penginapan atlet, akomodasi, sarana prasarana pendukung maupun obyek lainnya yang menunjang terselenggaranya kedua iven ini.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Khusus mengenai PON XX, empat kabupaten/kota di Papua telah ditunjuk menjadi klaster atau tuan rumah penyelenggara. Antara lain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke.
Tokoh Adat Anim Ha, Hendrikus Denualik menegaskan masyarakat Kabupaten Merauke perlu memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan PON dan Peparnas di tahun 2021 ini.

Selanjutnya, pemerintah daerah juga harus sudah mulai meninjau kesiapan-kesiapan fisik dan mental yang berkaitan dengan penyelenggaraan PON.

“Kesiapan-kesiapan dalam rangka menghadapi penyelenggaraan PON sudah harus dimulai jangan sampai pihak penyelenggara kelabakan saat pelaksanaannya nanti,” ujar Hengki dalam rilisnya kepada fajarpapua.com, Minggu (16/5).

Menurutnya, masyarakat Merauke harus bangga telah diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah dalam ajang nasional ini. Tidak mudah untuk mendapatkan kesempatan semacam itu kedepannya.

“Saya imbau kepada masyarakat adat Anim Ha untuk mendukung terselenggaranya ajang nasional ini, dan saya tegaskan tidak boleh ada yang menolaknya,” tegas Hengki.

Keterlibatan masyarakat adat dalam kegiatan ini, lanjutnya, sangat penting terutama pada kegiatan-kegiatan pengamanan serta perekonomian. Hal itu ini dimaksudkan untuk memberikan rasa nyaman serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat itu sendiri.

“Jadi saya berharap pemerintah Kabupaten Merauke dapat melihat ini dan memberikan peluang bagi masyarakat adat itu sendiri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *