20 Hari Pasca Penetapan KKB Papua Sebagai Teroris Terjadi 4 Baku Tembak, 3 Teroris Tewas dan 2 Prajurit TNI-Polri Gugur, Ini Rentetan Kejadian

by -
Aparat yang gugur dalam tugas
Aparat yang gugur dalam tugas

Timika,fajarpapua.com – Belum genap sebulan atau tepatnya sekitar 20 hari sejak penetapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai Kelompok Teroris setidaknya terjadi 4 kali baku tembak di sejumlah wilayah di Papua.

Dari catatan yang ada, akibat baku tembak tersebut tercatat sedikitnya 3 orang anggota Teroris KKB Papua tewas tertembak.

Sementara dari prajurit TNI maupun Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi tercatat ada 2 personil yang gugur serta beberapa yang mengalami luka.

Berikut ini peristiwa baku tembak antara Satgas Nemangkawi dan Teroris KKB Papua yang telah menewaskan 8 Teroris dan tiga prajurit TNI/Pokriv pada Bulan April danMei 2021 atau pasca penetapan Kelompok Teroris yang dihimpun fajarpapua.com dari berbagai sumber.

Baku tembak pertama terjadi pada 13 Mei 2021 terjadi di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. Dalam peristiwa ini, satu anggota Teroris KKB Papua tewas ditembus peluru, sementara di kubu TNI dan Polri dilaporkan tidak terdapat korban.

Tiga hari berselang atau pada 16 Mei 2021, baku tembak kembali terjadi di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak atau tepatnya di Camp Mayuberi. Kontak tembak ini tercatat menewaskan dua anggota Teroris KKB Papua dan satu teroris lainnya berhasil melarikan diri meski dalam keadaan luka.

BACA JUGA:  KKB Serang Bandara Kiwirok, Bharada Muhammad Sutio Tewas Ditembak, Jenazah Dievakuasi ke Timika

Kemudian pada 18 Mei 2021, Teroris KKB Papua yang diidentifikasi dari kelompok pimpinan Senaf Soll menyerang pos Pos Batalion Lintas Udara 432 Kostrad di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Dalam petistiwa ini, 2 prajurit TNI dinyatakan gugur dan dua unit senjata perorangan SS-1 dinyatakan hilang.

Pada hari yang sama, juga terjadi kontak senjata di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, yang mengakibatkan 4 prajurit luka.

Sementara Menko Polhukam Mahfud MD dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat seperti dimuat disejumlah media mengatakan, setidaknya ada empat peristiwa kontak senjata setelah KKB Papua ditetapkan sebagai Kelompok Teroris.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.