Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Dililit Hutang Hingga Rp 70 Triliun, DPD RI Minta Pemerintah Selamatkan Garuda

Pesawat Garuda Indonesia di Bandar Udara Mozes Kilangin Timika
Pesawat Garuda Indonesia di Bandar Udara Mozes Kilangin TimikaFoto / NASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Jakarta, fajarpapua.com - Nasib garuda diujung tanduk. Maskapai plat merah tersebut mencatat rekor hutang hingga Rp 70 triliun.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah membantu permasalahan keuangan yang sedang dihadapi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Pandemi COVID-19 memang memberikan dampak yang sangat besar bagi industri penerbangan, tidak terkecuali dengan maskapai nasional karena pandemi membuat pergerakan menjadi terbatas," kata Ketua DPD RI LaNyalla dalam siaran pers, Jumat.

Kondisi yang dialami Garuda, membuat Senator asal Jawa Timur itu prihatin, mengingat hal itu berdampak terhadap ribuan pegawainya, termasuk pilot dan kru pesawat.

Hanya Maskapai Garuda yang Sering Koordinasi BMKG, Cuaca Timika Masih Sulit Ditebak(Opens in a new browser tab)

Menurutnya, ada sejumlah skema untuk menyelamatkan Garuda. Pertama, pemerintah bisa terus mendukung memberi pinjaman atau suntikan ekuitas alias modal, kemudian merestrukturisasi Garuda, pendirian perusahaan maskapai nasional baru, hingga likuidasi.

Untuk itu Ketua DPD RI  LaNyalla meminta Kementerian BUMN mengambil langkah strategis penyelamatan Garuda.

"Apapun jalan terbaik yang ditempuh, DPD RI memberi dukungan agar Garuda tetap bertahan. Kami harap juga likuidasi menjadi jalan terakhir, semoga tidak perlu sampai pada tahap itu," ujar LaNyalla.

LaNyalla pun merespons positif jajaran Komisaris Garuda Indonesia yang sampai mengusulkan tidak menerima gaji, karena kondisi perusahaan sedang merugi. Menurutnya, memang perlu ada langkah taktis mengatasi persoalan ini.

"Opsi penawaran pensiun dini ke karyawan, dan bukan melakukan PHK juga merupakan langkah yang perlu kita apresiasi. Apalagi Kementerian BUMN sudah memberikan komitmennya untuk tetap mempertahankan 1.300 pilot, kru kabin, dan pegawai lainnya," kata LaNyalla.

Ketua DPD RI mengatakan harus ada terobosan yang dilakukan Garuda untuk memperbaiki keadaan. Apalagi manajemen Garuda sudah mendapat catatan dari Komisi VI DPR lantaran dinilai tidak memiliki terobosan selama 5 tahun terakhir.

Tak Disangka Inilah Penyebab Saham BUMN Melejit Tinggi(Opens in a new browser tab)

"Di era pandemi yang membuat sektor penerbangan terdampak parah memang harus ada evaluasi terus menerus. Seharusnya jika ada penerbangan atau rute yang merugi, segera disiasati. Apakah diubah atau dengan berbagai kebijakan lainnya," ucap LaNyalla.

Ia berharap setiap keputusan Kementerian BUMN terkait Garuda, diambil dengan koordinasi dan melibatkan Dewan Komisaris. Ia juga mendukung rencana pemangkasan jumlah komisaris sebagai bentuk efisiensi.(ant)