Timika, fajarpapua.com - Cuaca Timika seminggu belakangan mengalami perubahan cukup ekstrim, dimana pagi hingga siang hari panas, dan sore hari mulai pukul 17.00 Wit-19.00 WIT terjadi hujan ringan, sesekali disertai angin.
Meskipun di darat terlihat adem, berbeda dengan cuaca di udara. Helikopter Jenis MI-8MTV-I dengan Nomor Registrasi UP-MI815, yang sebelumnya berencana terbang dari Sentani ke Timika terpaksa melakukan pendaratan darurat di Nimbokrang akibat cuaca buruk.
Forecaster BMKG Timika, William Titahena kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/2) mengatakan sejauh ini hanya maskapai Garuda yang selalu berkoordinasi terkait perkembangan cuaca.
"Untuk kebutuhan penerbangan, setiap operator penerbangan bertanya ke BMKG. Biasanya Garuda rutin tanya, tapi yang lain belum terlihat,” terang William.
Dikatakan, cuaca di Timika memang susah ditebak, kadang hujan sepanjang hari, kadang juga siang hujan malam cerah, sebaliknya siang panas dan malam hujan hingga menjelang pagi.
Tapi dalam satu minggu ini sesuai pantauan BMKG Timika, siang cerah, panas menyengat dan sore hari cenderung berubah mendung gerimis.
“Hari ini cerah dan besok juga sama. Sore hari hujan sedang, angin kencang. Rabu cenderung sama, tapi hanya hujan ringan. Warga harus waspada bila terjadi angin. Memang ada guntur tapi tidak terlalu berbahaya yang terjadi pada Senin dan Selasa. Kalau Rabu sudah turun. Untuk satu minggu kedepan cuaca cenderung berawan,” kata Wiliam.
Dia mengakui cuaca buruk dan hujan pada sore hari mengganggu jadwal penerbangan. Karena cuaca buruk, helikopter dari Sentani Jayapura tujuan Timika terpaksa mendarat darurat di Nimbokrang.
Dijelaskan, hujan lebat pekan lalu, masih terpengaruh fenomena La Nina yang menimpa daerah di Indonesia.
"Akhir tahun 2020 lalu La Nina masih di bagian barat, dan Papua mulai dengan pertengahan Januari hingga Februari ini. Hujan lebat, hingga banjir karena La Nina yang kuat. Jika terjadi angin kencang itu adalah angin sibi angina kolominimbus, itu karena cuaca dari La Nina tersebut. Masa berlaku sejak Desember 2020 mulai dari barat, lalu bergerak ke timur. La Nina masih berlangsung awal Februari ini," ungkapnya.
Soal cuaca di laut, jelas dia, jika di darat cuaca ekstrim dan hujan lebat pasti laut akan bergelombang.
Saat ini gelombang laut sesuai data yang dikirim Balai V BMKG Jayapura, tinggi gelombang 1,5 hingga 2,5 meter.
BMG memperingati kapal nelayan untuk berhati-hati dengan kondisi gelombang 2,5 laut.
“Kami ingatkan warga Timika yang ikut jalur laut harus hati-hati," paparnya.(mar)

