Lewati ke konten utama

PB PON Papua Minta Warga Tidak Terlarut Polemik Duta-Ikon PON XX

fajar PapuaPenulis
12.25 WIT1 menit baca12 dibaca
Nagita Slavina ikon PON XX Papua
Nagita Slavina ikon PON XX PapuaFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com - Penunjukkan Nagita Slavina sebagai ikon PON XX tahun 2021 menimbulkan perdebatan.

Menanggapi hal itu, Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Provinsi Papua meminta masyarakat tidak terprovokasi polemik penunjukan duta dan ikon kejuaraan empat tahunan itu.

Ketua Harian PB PON Provinsi Papua Yunus Wonda kepada wartawan di Jayapura, Jumat, mengatakan dalam penunjukan duta dan ikon PON sudah ada keterwakilan Papua yang diangkat.

"Boaz Sollosa merupakan keterwakilan orang Papua yang sudah kami angkat," katanya.

Menurut Yunus, PON memang dilaksanakan di Papua namun ada warna nusantara yang ingin ditampilkan dalam penyelenggaraan event olahraga nasional tersebut.

"Perlu diketahui, dalam acara pembukaan dan penutupan PON XX sekitar 80 persen anak-anak Papua juga akan mengisi acara tersebut," katanya menambahkan.

Lebih lanjut Yunus mengakui PON XX merupakan event Papua, meski demikian harus tetap melibatkan banyak pihak dan kalangan.

"Saya pikir tidak perlu berpolemik, namun harus menyiapkan diri untuk menyambut PON," katanya.

Yusuf Wonda menambahkan suksesnya PON XX Oktober nanti juga merupakan suksesnya orang Papua.

Sebelumnya, terjadi polemik mengenai penunjukan duta dan ikon PON Papua yang melibatkan artis ibu kota, namun dianggap tidak mewakili orang Papua. Terkait dengan ikon, PB PON telah mengangkat Nagita Slavina.(ant/red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.