Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Berbekal RDT, Lima Kader Malaria Nawaripi Periksa Pasien Hanya 5 Menit

Junaedi saat memeriksakan diri di kader malaria Kampung Nawaripi
Junaedi saat memeriksakan diri di kader malaria Kampung NawaripiFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Banyak cara yang bisa dilakukan warga Mimika dalam menekan endemi malaria.

Seperti yang dilakukan Kampung Nawaripi Distrik Wania Kabupaten Mimika. Pihak kampung kini memiliki 5 kader malaria yang sudah terlatih.

Margaretha Hukubun, salah seorang kader kepada fajarpapua.com, Kamis (17/6) mengemukakan, selama ini mereka dilatih Malaria Control dan Dinas Kesehatan.

Waspada, Pasien Malaria Meningkat di Puskesmas Pasar Sentral Timika(Opens in a new browser tab)

Selain dilatih, para kader juga dibekali Rapid Diagnostic Test (RDT), Timbangan Timer Masker, serta perlengkapan lainnya. Bahkan kader sudah melakukan pelayanan kepada warga sejak Januari 2020.

"Sampai sekarang setiap bulan saya sendiri bisa layani 30-50 pasien. Kadang kami kunjungi tapi bagi yang sudah mengetahui mereka langsung ke rumah saya," tukasnya.

Dikatakan, saat peralatan habis, mereka mengambilnya di Puskesmas Wania.

Ditanya mengapa pemeriksaan RDT lebih cepat dibanding pemeriksaan di Puskesmas, diakui Margaretha lantaran puskesmas menggunakan mikroskop sehingga prosesnya lebih lama.

"Kami hanya butuh waktu 5 - 10 menit. Alat kami tidak bisa mendeteksi lebih jauh seperti plus-plus, kami hanya bisa mengetahui itu malaria tropika, tersiana atau keduanya," tukasnya.

Margaretha juga menghimbau warga agar selalu menggunakan kelambu saat tidur, karena kasus malaria di Timika cukup tinggi dan nyamuk malaria beroperasi mulai jam 06 sore sampai jam 06 pagi.

Sementara itu kepala kampung Nawaripi Norbertus Ditubun menyampaikan terimakasih kepada Dinas Kesehatan, Malaria Control, dan Puskesmas Wania yang telah melatih kader-kader Nawaripi dalam menangani malaria di kampung itu.

Dinkes Mimika Galakkan Gerakan Pojok Malaria di 4 Puskesmas(Opens in a new browser tab)

"Saya pikir ini merupakan langkah yang sangat tepat sehingga dengan adanya kader malaria kampung Nawaripi sudah bisa menangani malaria lebih dini," tukasnya.

Ia berharap jika ada warga yang merasa demam panas dan lainnya yang merupakan gejala malaria bisa langsung menghubungi kader malaria terdekat.

"Ini pelayanan gratis, daripada masih ke rumah sakit atau klinik nanti antri dan lain-lain lebih baik berobat di kader malaria saja," ungkapnya.

Wartawan fajarpapua.com Junaedi juga merasakan manfaat dari kader Posyandu. Daripada menunggu antrian di Puskesmas, Junaedi memeriksakan diri di kader Nawaripi. Hanya lima menit, hasilnya keluar, Junaedi malaria tropika.(jun)