Ekonomi Budi Utomo Sepi, DPRD Ancam Bongkar Median Jalan Yos Sudarso – Serui Mekar, Warga akan Demo

by -
Median Jalan Yos Sudarso yang diusulkan dibongar.
Median Jalan Yos Sudarso yang diusulkan dibongkar.

Timika, fajarpapua.com – Anggota Komisi C DPRD Mimika, Julian Solossa menganggap kebijakan Dinas Perhubungan Mimika pimpinan Jania Basir menerapkan satu arah Jalan Budi Utomo lebih banyak melahirkan dampak yang merugikan.

Selain dampak ekonomi sepinya warga yang melewati jalur tersebut, juga keluhan banyaknya akses lampu merah dari arah SP 2.

“Jalan Budi Utomo yang sedang diberlakukan satu arah oleh Dishub kalau bisa dikaji ulang dengan baik. Kalau disimulasikan kita pergi kemana-mana kena lampu merah,” ungkapnya.

Julian mengatakan Jalan Yos Sudarso yang menghubungkan Jalan Serui Mekar perlu dibuka, sebab titik tersebut sangat menghambat aktivitas masyarakat.

Namun demikian, jika akses dibuka Jl Yos Sudarso rentan terjadi kemacetan sebab di Jalan Serui Mekar ada 3 RT yang jumlah penduduknya luar biasa banyak.

“Tapi mereka tadi pagi sudah nyatakan sikap kalau jalan itu tidak dibuka maka mereka akan aksi besar-besaran,” jelas Julian.

Menurut dia, dampak negatif pemberlakuan satu arah Jalan Budi Utomo perlu diantisipasi. Banyak masyarakat yang terpaksa mengambil jalan pintas di lorong-lorong kecil yang berpotensi terjadi kecelakaan.

“Jalan lorong itu sempit, banyak mobil yang jatuh ke situ, tidak bisa mobil lewat dua, belum lagi banyak kecelakaan,” tegas Julian.

BACA JUGA:  Hanya Timbulkan Kebisingan, Keberadaan Sound Traffic Light di Kota Timika Dinilai Sangat Mengganggu

Bahkan dengan pemberlakuan satu arah menaikan harga ojek. Sebab pengojek harus putar jauh ke Jalan Yos Sudarso.

“Masyarakat yang bawa hasil kebun lewat situ ngojek putar-putar Timika, kena lampu merah, buang waktu lagi, sehingga sekarang ojek Tumika kasih naik harga,” ujar Julian

Dia berharap Dinas Perhubungan Mimika segera menyurat secara resmi ke DPRD Mimika agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut bersama-sama.

“Ini jalan Yos sudarso macet panjang, kalau Dishub kasih solusi pasang rambu itu salah, kalau boleh ada kajian, menyurat secara resmi ke kita DPRD agar kita selesaikan sama-sama,” katanya.

Anggota dewan lainnya, Martinus Walilo menambahkan apabila median jalan yang menghubungkan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Serui Mekar tidak segera dibuka, maka dirinya akan turun sendiri membukanya.

“Ini jalan mempersulit masyarakat keluar masuk, kalau tidak kami bawa linggis kami bongkar median jalan itu. Kita kasih waktu satu minggu,” pungkasnya. (rul)

INFO IKLAN 0812-3406-8145
DEMO AGEN MINYAK TANAH, TUNTUT KEPASTIAN SURAT IJIN LINGKUNGAN