Dua Kali Tikam Orang, Oknum Pedulang Emas Ditangkap Polisi di Jalan Bougenville

by -
Jonter dibekuk polisi
Jonter dibekuk polisi

Timika, fajarpapua.com – Tim Opsnal Polsek Mimika Baru menangkap seorang pedulang emas, Jonter. Pelaku dilaporkan dua kali melakukan aksi penikaman. Penangkapan dilakukan di Jl. Bougenvile, dekat cakar bongkar Timika.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Helan SIK kepada fajarpapua.com melalui rilis mengatakan, Jonter menganiaya seorang pria bernama Sofyan di Jl. Leo Mamiri, tepatnya belakang rumah bernyanyi Inbox, Minggu (5/9).

Selain itu, sebelumnya Jonter juga melakukan penganiayaan terhadap korban lain, diketahui bernama Kristianus Asok pada tanggal 26 Juli lalu.

Aksi penganiayaan terhadap Asok telah mendapatkan keterangan lengkap dari korban dan juga saksi lapangan, pelaku mengarah ke Jonter. Akan tetapi upaya penangkapan terhadap Jonter tidak berhasil.

“Team Opsnal Polsek Mimika Baru telah melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan namun setiap saat akan melakukan penangkapan terhadap tersangka Jonter selalu lolos dan menghindar naik ke tempat pendulangan emas,” kata Dionisius.

Selang beberapa waktu kemudian, Jonter kembali melakukan penganiayaan terhadap Sofyan alias Soppi, atas aksi yang kedua kalinya itu Tim Opsnal Polsek Miru menelusuri keberadaan Jonter.

Alhasil Jonter berhasil diamankan di sekitar Pasar Lama Timika, Senin (20/9) sekitar pukul 09.20 WIT. Kemudian Jonter dibawa ke Mako Polsek Miru, Jl. C Heatubun.

“Sekitar jam 09.30 WIT, pelaku dihadapkan ke penyidik pembantu untuk dimintai keterangan sehubungan dengan perkara yang dipersangkakan terhadap dirinya,” jelas Dionisius.

BACA JUGA:  Adik Ipar Datangi Rumah Istri Kakak, Usai Barang yang Diminta Terpenuhi, Malah Balik Aniaya, Berujung Polsek Miru

Berdasarkan hasil interograsi, Jonter mengakui perbuatannya. Dia melakukan penganiayaan sebanyak dua kali di tempat dan waktu yang berbeda.

Jonter juga mengaku, sebelum melakukan penganiayaan terhadap Asok dirinya sedang pengaruh alkohol setelah minum miras bersama temannya di pasar lama.

Jonter menikam Asok menggunakan pisau dapur, saat pisau itu diminta Polisi untuk dijadikan barang bukti Jonter mengaku pisau itu sudah dibuang.

“Sejak kejadian tersebut dirinya lari ke tempat pendulangan dan sekali kali muncul di kota Timika itupun nanti larut malam,” ujar Dionisius.

Kemudian, saat Polisi mempertanyakan korban yang kedua ke Jonter dirinya juga mengakui perbuatannya. Jonter masih ingat raut wajah korban yaitu Soppi, bahkan Polisi menguatkan ingatannya dengan menunjukkan foto Soppi.

Jonter menceritakan saat itu dirinya bersama Ongen alias Ongki pergi ke belakang rumah bernyanyi Inbox, Jonter dengan menggunakan parang menikam Soppi sebanyak satu kali hingga mengenai tangan kanan.

“Sejak kejadian tersebut Jonter menghindar dan naik ke tempat pendulangan dan sekali kali Jonter muncul di kota Timika biasanya larut malam dan team opsnal sesekali sempat mengejar Jonter namun tidak (berhasil) ditangkap,” pungkas Dionisius. (rul)

A valid URL was not provided.