Lewati ke konten utama

BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

RedaksiPenulis
19.20 WIT2 menit baca41 dibaca
Awan hitam menggelanyut di langit Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (3/11/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi di sejumlah daerah di Indonesia hingga 6 November 2021 termasuk Sulawesi Selatan sehingga masyarakat diharapkan mewaspadai potensi cuaca ekstrem tersebut
Awan hitam menggelanyut di langit Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (3/11/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi di sejumlah daerah di Indonesia hingga 6 November 2021 termasuk Sulawesi Selatan sehingga masyarakat diharapkan mewaspadai potensi cuaca ekstrem tersebutFoto / Nasional
Bagikan berita ini
Aa

Jakarta, fajarpapua.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, pada Rabu.

Dalam informasi yang dikutip dari situs BMKG pada Rabu, disampaikan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diperingatkan untuk Provinsi Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Papua Barat.

Dikemukakan BMKG, sirkulasi siklonik terpantau di Kalimantan Utara yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan Barat Sumatera, di Samudera Hindia Selatan Sumatera - Jawa Barat, dari Semenanjung Malaysia hingga Selat Karimata, dari Lampung hingga Kalimantan Barat, di Jawa Barat, dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah, dan di Laut Sulawesi.

Sementara itu, daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang di NTB, di NTT, di Maluku, dari Papua hingga Papua Barat dan di perairan Utara Papua serta daerah konfluensi terpantau di perairan Selatan Jawa Barat, di Nusa Tenggara, dan di Sulawesi bag Utara.

Menurut BMKG, kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah atau sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Selain itu, BMKG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Sulawesi Selatan.

"Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan utara," paparnya.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.