170 Lebih Tenaga Pemulasaran Jenazah di Timika Bekerja Tanpa Gaji, MUI Minta Perhatian Pemerintah

by -
Ustad Muhammad Amin, S.Ag
Ustad Muhammad Amin, S.Ag

Timika, fajarpapua.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika mengusulkan kepada pemerintah melalui DPRD Mimika agar memperhatikan tenaga pemulasaran jenazah yang ada di kota Timika hingga ke SP-SP.

Permintaan itu disampaikan Ketua MUI Mimika, Ustad Muhammad Amin, SAg saat kegiatan reses anggota DPRD Mimika dari Partai Golkar, Haji Iwan Anwar, SH MH, Sabtu (19/11).

banner 300250

Menurut Ustad Amin, di Timika ada 170 lebih tenaga pemulasaran jenazah dari Timika hingga ke SP-SP.

Jika selama ini hamba Tuhan baik pendeta, ustad, pastor mendapat insentif dari Pemkab mungkin saatnya DPRD dan pemerintah juga memperhatikan tenaga yang mengurus jenazah tersebut.

“Kami mohon Pak Dewan Iwan Anwar bisa berjuang di dewan waktu pembahasan anggaran. Hal ini penting bila ada orang meninggal sangat sulit kita cari tenaga untuk pemulasaran jenazah,” kata Ustad Amin.

Menurutnya, tenaga pemulasaran jenazah lebih banyak dalam kota, dan yang lainnya ada di SP dan distrik-distrik.

“Di Timika kebutuhan orang hidup yang mengurus orang mati cukup tinggi, sebaiknya yang seperti itu dapat dipikiran pemerintah dengan menyiapkan orang-orang tertentu yang rela dan siap mengurus orang mati sebelum dikubur,” paparnya.

MUI, kata Ustad Amin, tidak meminta mobil ambulance atau mobil jenazah karena di Timika sudah cukup banyak mobil jenazah.

“Paguyuban keluarga Nusantara, rumah sakit, klinik-klinik ada mobil jenazah, dan yang terbatas adalah tenaga pemulasaran jenazah,” tukasnya.

Anggota DPRD Mimika dari Partai Golkar, Haji Iwan Anwar saat reses di kediamannya di wilayah Dapil II menyampaikan terima kasih atas usulan ini dan berjanji akan berjuang waktu pembahsan di DPRD dan juga berkomunikasi dengan tim anggaran eksekutif.

“Setidaknya ada perhatian Pemkab Mimika untuk kebutuhan umat terlebih mengurus orang yang meninggal ini,” paparnya. (mar)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.