BERITA UTAMAMIMIKA

Dua Kapal Asal Timika Pecah Tabrak Batang Kayu di Nduga, Satu Selamat dan Satu Lagi Tenggelam

cropped cnthijau.png
11
×

Dua Kapal Asal Timika Pecah Tabrak Batang Kayu di Nduga, Satu Selamat dan Satu Lagi Tenggelam

Share this article
Aktivitas Pelabuhan Krepkuri, Nduga.
Aktivitas Pelabuhan Krepkuri, Nduga.

Nduga, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Nduga diminta melakukan normalisasi sungai mulai dari Batas Batu (Distrik Krepkuri) sampai kampung Buagani Distrik Sawaerma. Sebab dasar sungai jalur pergerakan ekonomi Kabupaten Nduga tersebut dipenuhi kayu.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Daeng Lala, salah satu kapten kapal kayu kepada fajarpapua.com di Pelabuhan Batas Batu, Sabtu (18/12) mengatakan, dalam sebulan ini dua kapal pengangkut sembako dari Timika berkapasitas 40 GT menabrak batang kayu di jalur tersebut. Satu kapal selamat berhasil kembali ke Timika sedangkan satu kapal lagi bocor dan tenggelam.

“Akses ke pelabuhan Krepkuri sangat penting, bongkar muat di pelabuhan menjadi penopang ekonomi dan pembangunan infrstruktur di Nduga,” tukasnya.

Pantauan fajarpapua.com, akses transportasi sungai sangat vital di Nduga. Pelabuhan Krepkuri beroperasi setiap minggu, kapal kargo barang dan sembako keluar masuk, dengan kapasitas 120 ton dan paling rendah 40 ton.

Daeng Lala bersama sejumlah kapten kapal kepada wartawan meminta Pemda Nduga melakukan normalisasi sungai mulai dari Batas Batu sampai kampung Buagani distrik Sawaerma.

Selain itu, mereka meminta ongkos buruh pelabuhan Batas Batu agar dinormalkan.

“Kalau harga bongkar muat mahal pasti pengusaha atau kontraktor pengguna jasa akan rugi dan berpengaruh pada harga carteran kapal dari Mimika menuju Nduga,” pungkasnya.(edo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *