Akhirnya Perbaikan ‘Wahana Roller Coaster’ di Jalan Mayon Diakomodir Dalam APBD Tahun Anggaran 2022

by -
Tampak ruas jalan Mayon dalam keadaan rusak parah.
Tampak ruas jalan Mayon dalam keadaan rusak parah.

Timika, fajarpapua.com- Jalan Mayon terutama yang membentang dari Perempatan Koramil Kuala Kencana hingga ke Perempatan Kampung Jayanti, Distrik Kuala Kencana yang digambarkan sebagai “wahana roller coaster” nampaknya tidak lama lagi akan segera mulus.

Hal ini karena kabarnya, Pemda Kabupaten Mimika mengalokasikan dana untuk memperbaiki jalan yang juga terhubung dengan Jalan Trans Papua yang menghubungkan Kabupaten Mimika dengan wilayah Kabupaten Nabire pada APBD Tahun Anggaran 2022.

Hal ini seperti diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme kepada fajarpapua.com, Rabu (29/12) saat ditemui di ruang kerjanya.

Meski tidak merinci jumlah anggaran, Aleks menerangkan anggaran untuk memperbaiki jalan dari depan Koramil Kuala Kencana hingga perempatan Jayanti dan SP 13 Bhintuka menghabiskan dana cukup besar.

“Nantinya Jalan Mayon akan diperlebar dan akan dilengkapi fasilitas pendukung lain seperti lampu jalan,” ujarnya.

Selain Jalan Mayon diakui Aleks, pembangunan jalan dari Mile 32 hingga ke Tipuka atau Ayuka juga menelan anggaran cukup besar.

Soal angkanya dirinya mengaku tidak hafal secara pasti, namun untuk perbaikan maupun pembangunan jalan anggarannya mencapai puluhan miliar.

Pemda Mimika melalui Dinas PUPR Kabupaten Mimika lanjutnya juga akan meningkatkan jalan lorong dalam Kota Timika.

“Peningkatan jalan lingkungan dalam kota ini sebelumnya masuk agenda pada APBD Tahun Anggaran 2021 lalu, tapi karena ada refokusing untuk kegiatan PON dan Pesparawi sehingga tertunda semuanya ke Tahun Anggaran 2022,” jelasnya.

Sementara mengenai Postur APBD Tahun Anggaran 2022 yang minim mengakomodir kegiatan di distrik serta kampung pedalaman dan pesisir diakui oleh Aleks.

Meski demikian lanjutnya, Pemda Kabupaten Mimika tetap menunjukkan keberpihakan terhadap warga di kampung maupun distrik pedalaman dan pesisir.

“Biar sedikit tapi sudah mulai kelihatan keberpihakan pemerintah bagi distrik dan kampung pedalaman dan pesisir. Kita harapkan di Tahun Anggaran 2023 ada peningkatan, terlebih program yang berkaitan dengan kebutuhan mendesak masyarakat,” kata Aleks.

Aleks juga mengungkapkan, ada sejumlah program usulan dari DPRD Mimika yang tidak disetujui, salahsatunya rencana pembangunan gedung sekretariat dewan.

“Pembangunan gedung sekretariat dirasa tidak terlalu urgen untuk kondisi saat ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, untuk pembangunan Gedung m Sekretariat, DPRD Mimika mengusulkan anggaran sebesar Rp 30 miliar.

Namun kabarnya oleh sebagian besar anggota dewan dan tim anggaran eksekutif, rencana ini tidak setujui dan ditolak untuk dimasukkan dalam APBD Tahun Anggaran 2022. (mar)

A valid URL was not provided.