BERITA UTAMAMIMIKA

Dihadiri Wabup Mimika dan Ratusan Umat Katolik Kwamki Narama, Pastor Amandus Tekankan Hak Dasar yang Telah Hilang

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
3
×

Dihadiri Wabup Mimika dan Ratusan Umat Katolik Kwamki Narama, Pastor Amandus Tekankan Hak Dasar yang Telah Hilang

Share this article
Misa paskah di Kwamki Narama, Minggu (17/4).
Misa paskah di Kwamki Narama, Minggu (17/4).

Timika, fajarpapua.com – Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob pada Minggu (17/4) menyempatkan diri mengikuti misa paskah di Gereja Katolik St Paulus Kwamki Narama.

Misa yang dihadiri ratusan umat katolik Kwamki Narama serta Jubir Bupati Mimika Yohanes Kemong itu dipimpin Pastor Amandus Rahadat Pr.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Dalam kotbahnya, Pastor Amandus menyatakan hari ini umat katolik sedunia merayakan misa kebangkitan Yesus Kristus.

“Kristus sudah bangkit otomatis siapapun anda yang menyebut diri sebagai pengikut Yesus harus juga bangkit,” ungkap Pastor Amandus.

Ia menyatakan, saat ini banyak orang termasuk umat katolik kelihatannya hidup tapi sebenarnya sudah mati.

“Mati rasa, rasa harga menghargai hak hidup orang lain. Kita tahu bahwa itu milik orang tapi kita mengambil itu menjadi milik kita,” ujarnya.

Pastor Amandus mengemukakan, dulu Kwamki Narama dikenal sebagai komunitas asli Papua. Dimana, tahun 1960an-1970-an, orang Papua dari gunung turun ke Timika menempati wilayah Agimuga, Kwamki Baru dan Kwamki Lama.

“Kalau kita mundur lagi ke belakang tanah dataran rendah itu dihuni orang Kamoro. Guru-guru perintis mulai datang tinggal bersama mereka, almarhum Mozes Kilangin membawa injil di tanah ini. Makanya almarhum uskup John Saklil misa sulung di tempat ini, karena di sini komunitas asli Papua,” paparnya.

Namun saat kerusuhan tahun 2007, banyak umat yang meninggalkan Kwamki Narama mencari tempat lain.

“Akhirnya rumah dan tanah yang menjadi hak mereka ditempati orang lain. Orang Amungme, Moni, Mee, dan Dani semua lari dari sini, cari tempat lain seperti di SP 12, SP 13, SP 5, Timika Indah dan daerah lain diuar Kwamki Lama. Dulu misa minggu di sini dilaksanakan dua kali, tapi sekarang hanya sekali, dimana semua mereka? Mereka sudah meninggalkan tanah dan rumah. Ini adalah kematian dalam hidup, itu artinya kita belum bangkit,” pungkasnya.

Karenanya, dia meminta warga agar kembali ke Kwamki Narama, membangun kembali daerah yang ditinggalkan ini.

“Saya terima kasih untuk wakil bupati yang sudah hadir di sini. Saya hanya mau tanya sampai kapan kematian ini berlangsung. Kita harus keluar dari liang kematian ini seperti Yesus keluar dari liang kubur dan untuk itu di hari Minggu Paskah ini saya ingin menyapa warga Kwamki Lama yang tersebar di mana-mana, ayolah marilah kita bikin gerakan, kembalilah. Kembali, kita bangun Kwamki Lama,” tegas Pastor Amandus.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *