BERITA UTAMAMIMIKA

Manfaatkan Dana Otsus, Disnaker Mimika Gandeng YETC Dongkrak SDM Anak Papua Melalui Pelatihan

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
8
×

Manfaatkan Dana Otsus, Disnaker Mimika Gandeng YETC Dongkrak SDM Anak Papua Melalui Pelatihan

Share this article
IMG 20220908 WA0000
Peserta pelatihan

Timika, fajarpapua.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga, SH,MH mengatakan, pada tahun anggaran 2022, pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Keterampilan (LPK) Yaumapare Exellent Training Center (YETC) di Timika untuk menyelenggarakan pelatihan bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Saat ini kami titipkan 98 peserta untuk ditraining di lembaga ini,” ungkap Paulus dikonfirmasi fajarpapua.com di Jalan Hasanudin Ujung Timika, Rabu (7/9).

Ads

Ia mengatakan, pihaknya baru pertamakali menggelar MoU bersama LPK YETC Timika untuk memanfaatkan dana Otsus yang diperuntukan bagi Orang Asli Papua.

Paulus menjelaskan, sebanyak 98 peserta diikutkan untuk kelas weldeer, operator loader, bachoe loader, dan mekanik. Yang mana, untuk keseluruhan biaya pada masing-masing program pelatihan gratis. Bahkan, Disnaker memberikan uang sejumlah 2.000.000/siswa sebagai uang transportasi kepada mereka yang mengikuti pelatihan.

“Sejauh ini laporan yang diterima dari YETC, mereka memperlihatkan kemampuan atau skill yang luar biasa. Kami menunggu hingga mereka mengantongi sertifikat dari lembaga kursus,” harapnya.

Tentunya, kata dia, dari semua LPK di Timika, YETC dipilih karena memenuhi sertifikasi dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Selain itu, beberapa fasilitas pendukung seperti tenaga instruktur, fasilitas seperti workshop sangat lengkap.

“Kami berharap ini yang pertama dan kedepannya dapat terus berjalan baik dari sisi jumlah peserta dan dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah,” pesan Paulus.

Ia mengaku puas dengan capaian para peserta training. Sehingga kedepannya jika mereka telah lulus, selanjutnya Pemerintah Daerah melalui Disnaker akan memberikan rekomendasi untuk magang di sejumlah perusahaan atau kontraktor swasta di Timika, terutama PT. Freeport Indonesia.

Terpisah, staf Administrasi YETC Timika Ricko Richard mengatakan tiga bulan peserta dibekali di tempat itu menunjukan peningkatan yang luar biasa.

“Kelas welder, operator telah selesai. Besok dimulai dengan kelas mekanik dengan 22 siswa,” ujar Ricky.

Jika sudah selesai, peserta akan diberikan sertifikat dari YETC bersama Disnaker Mimika. Dengan itu, diharapkan dapat mempermudah mereka diterima di perusahaan.

“Sertifikat kami ada barcode. Sehingga setiap perusahaan yang memakai jasa peserta kami atau anak-anak Papua, telah teruji dan punya sertifikasi Kemenaker Indonesia. Soal skill mereka, silahkan diuji, tidak diragukan,” kata Ricko dengan nada bangga.

Ungkapan terimakasih disampaikan owner PT. Amung Negelem Sejahtera (ANS) Timika, Asri Akkas, ST kepada Disnaker Mimika.

Asri mengemukakan melalui program kerjasama ini diharapkan mendongkrak atau menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten untuk turut membangun Mimika.

“Pada kelas ini, semua peserta dibiayai Pemda melalui dana Otsus. Diharapkan mereka nantinya dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik selama pelatihan maupun saat mereka lulus dari sini,” harap Asri.

Yang pasti, lanjut Asri, selaku ketua LPK YETC – Timika, saat ini lembaganya telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana yang memadai guna pelatihan dan peningkatan keterampilan baik kepada instansi pemerintah, swasta, perusahaan maupun perorangan.

Beberapa pilihan pelatihan training dan kursus yang saat ini tersedia di YETC Timika diantaranya pelatihan dan sertifikasi untuk Operator Alat Berat, (Bachoe Loader, Wheeeld Loader, Excaavator Pc200 & PC 300, Mixer Truck, Motor Greder, Flatbed, dll). Selain itu, K3 Umum, K3 Ahli Tambang, Auto Cad, Walder serta mekanik alat berat.

Selain itu, terdapat juga Uji Kompetensi Skema Okupasi yang meliputi Pengawas Operasional Pratama (POP), Pengawas Operasional Madya (POM), Pengawas Operasional Utama (PUM), Personil keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pertambangan dan Juru Ukur/Pemetaan Tambang Terbuka (Survey Technician) Supervisor Lingkungan Pertambangan dan Batubara.

“Kami berharap Pemda Mimika kedepannya dapat tetap menjalin kerja sama bahkan peserta dapat ditambah jumlahnya. Mengingat minat dan antusiasme anak-anak Papua cukup tinggi pada penerimaan kemarin,” harap Asri.

Selanjutnya pada September ini akan dibuka kelas mandiri untuk umum. Terkait dengan biaya dan masing-masing kelas, silahkan warga Mimika mendatangi kantor YETC di Jalan Hasanudin Timika untuk informasi lebih lanjut.

Salah satu peserta training, kelas Operator Albert Baransano mengatakan sangat puas dan senang menjadi salah satu peserta training di YETC Timika.

“Disini, semua proses kami ikuti, kami sudah bekerja nyata di perusahaan. Kita semua senang sekali,” ungkap Alberth dengan bangga.(edy).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *