BERITA UTAMAMIMIKA

Usulan Hibah Rp 4,5 Miliar Untuk Toraja Mimika Tembus Provinsi, Mahasiswa Amungme Pertanyakan Sikap DPRD Mimika

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
3
×

Usulan Hibah Rp 4,5 Miliar Untuk Toraja Mimika Tembus Provinsi, Mahasiswa Amungme Pertanyakan Sikap DPRD Mimika

Share this article
IMG 20220915 WA0003
Detenus Magal bersama mahasiswa asli Mimika di Jakarta

Jakarta, fajarpapua.com – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Jakarta menyoroti lolosnya usulan dana sebesar Rp 4,5 miliar untuk Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Mimika dari pembahasan Banggar DPRD Mimika.

Mahasiswa menilai keadaan demikian menggambarkan ketidakberpihakan wakil rakyat pada kepentingan warga termasuk mahasiswa asli suku Amungme-Kamoro.

Ads

Detenus Magal, mahasiswa Mimika yang kini kuliah di Jakarta kepada awak media, Kamis (15/9) mengemukakan selama ini dokumen APBD Mimika selalu menjadi dokumen rahasia yang tidak pernah diketahui publik.

“Kalau Pemda menutup rapat dokumen APBD semestinya DPRD Mimika yang terbuka saja kepada publik. Kami melihat beberapa waktu belakangan DPRD Mimika juga tertutup, tidak transparan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurut dia, setiap anggaran yang dikeluarkan mestinya diketahui publik terutama mahasiawa agar bisa diawasi.

“Tidak pernah terbuka, mulai dari 2019 sampai 2022 ini tidak pernah sama sekali sampai di mahasiswa,” paparnya.

Terkait hal itu, Detenus menilai wajar jika mahasiswa menduga setiap anggaran dikeluarkan termasuk alokasi untuk mahasiswa digunakan sepihak untuk kepentingan lain.

“Sesuai berita yang tersebar di media mengenai hibah yang diberikan kepada Ikatan Toraja Mimika dengan total dana Rp 4,5 miliar sebagai dana hibah, kami rasa ini adalah kekeliruan oleh DPRD Mimika. Kami mahasiawa saja tidak pernah merasakan bantuan – bantuan seperti itu dari Pemda Mimika,” pungkasnya.

Detenus mengemukakan selama ini mahasiswa tidak mempercayai keberpihakan DPRD Mimika.

“Kami harap supaya DPRD Mimika bisa berbenah dan menyadari ini. Alokasi anggaran harus terbuka untuk kebutuhan urgen daerah dan kami mahasiswa. Karena kami ini generasi penerus Mimika yang tentu membutuhkan dukungan dari pemerintah,” tandasnya.

“Kami tidak mau masyarakat kami tertinggal dibanding daerah lain, kami mohon ini jadi bahan evalusi kedepan,” paparnya.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *