Lewati ke konten utama

Jawab Informasi KKB Tembak 2 Prajurit TNI dan Serang Pos di Titigi Papua, Begini Penjelasan Kapendam Cenderawasih

Redaksi FPPenulis
05.05 WIT2 menit baca12 dibaca
IMG 20220922 WA0067
IMG 20220922 WA0067Foto / PAPUA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com - Viral di media sosial kelompok separatis teroris KKB menyerang markas dan menembak mati 2 prajurit TNI di Kabupaten Intan Jaya.

TNI memastikan berita yang viral di media sosial (Medsos) dan media online pada Senin (19/9) tersebut adalah hoax.

"Sudah tepat KST dan KKB disebut gerombolan teroris. Mereka hanya menebar teror ketakutan bagi masyarakat di wilayah Papua," ungkap Diaz, seorang warga.

Saat dikonfirmasi terkait kejadian sebenarnya di wilayah Titigi Intan Jaya, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman menjelaskan prajurit TNI tetap melaksanakan tugas seperti biasanya untuk menciptakan situasi keamanan lebih kondusif.

"Bersama aparat keamanan dan komponen lainnya serta masyarakat kami bahu-membahu bersinergi mewujudkan keamanan dan kedamaian untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua," jelas Kapendam.

Seperti diketahui, sebelumnya ada pengakuan dari Lewis Kogoya disalah satu media online bahwa kelompoknya menyerang pos keamanan di Titigi Kabupaten Intan Jaya.

Terkait pernyataan tersebut, Kapendam XVII/Cenderawasih berharap yang mengatasnamakan atau mewakili gerombolan KST/KKB untuk sadar bahwa tindakan menyebar HOAX tidak baik dan melanggar hukum.

"Harapan saya mereka segera sadar. Oleh karenanya kepada gerombolan KST/KKB agar segera sadar dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," tegas Kapendam XVII/Cenderawasih.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Titigi Kabupaten Intan Jaya yang paham dan mengerti pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.
Sehingga TNI/Polri dan seluruh elemen lainnya bisa bersama membangun Papua.(hsb)

Topik
Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.