BERITA UTAMAMIMIKA

Breaking News: Kampung Amole Kwamki Narama Memanas, Dua Orang Meninggal dan Satu Kritis Terkena Panah

cropped cnthijau.png
8
×

Breaking News: Kampung Amole Kwamki Narama Memanas, Dua Orang Meninggal dan Satu Kritis Terkena Panah

Share this article
99eaaf35 4d71 4c0e 90eb cd7481ad3855
Ilustrasi

Timika,fajarpapua.com– Warga Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama pada Selasa (25/10) pukul 01.00 WIT dinihari tadi dikejutkan dengan peristiwa berdarah.

Peristiwa yang dipicu oleh mengamuknya seorang warga yang diketahui dalam kondisi stres atau gangguan jiwa menyebabkan dua orang warga meninggal dunia serta satu orang lainnya dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan intensif di RSUD Mimika.

Ads

Data yang diterima fajarpapua.com menyebutkan, peristiwa berdarah itu diketahui Polsubsektor Kwamki Narama pada 25 Oktober 2022 sekitar Pukul 01.00 WIT berdasar laporan Pendeta Lukas Hagawal.

Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, pelapor mengungkapkan terjadinya saling panah antar sesama masyarakat bermarga Hagawal yang mengakibatkan Panus Hagawal dan Yohanas Hagawal meninggal dunia.

Sementara Enis Dang Hagawal menderita luka parah akibat terkena panah dan hingga saat ini dirawat di RSUD Mimika.

Saksi mengungkapkan, sekitar Pukul 01.00 WIT, Yohanes Hagawal yang diketahui dalam kondisi stres atau gangguan jiwa tanpa sebab yang jelas memanah Panus Hagawal hingga tewas.

Hal ini memicu kemarahan pihak keluarga yang kemudian mengejar Yohanes Hagawal yang lari disekitaran perumahan warga setempat.

Naas bagi Enis Dang Hagawal, pemuda yang tidak tahu menahu kejadian pembunuhan akhirnya menjadi korban salah sasaran dari keluarga Panus Hagawal.

Diduga karena kondisi gelap, pihak keluarga Panus Hagawal menyerang Enis Dang Hagawal karena diduga sebagai Yohanes Hagawal yang mereka cari.

Menyadari Enis Dang Hagawal adalah korban salah sasaran, masyarakat kemudian melarikannya ke RSUD Mimika mendapat perawatan karena mengalami luka dibagian rusuk sebelah kanan.

Setelah itu, pihak keluarga kemudian melanjutkan pencarian dan begitu menemukan Yohanas Hagawal mereka langsung menyerangnya hingga meninggal dunia.

Pihak Polsek Kwamki Narama sebenarnya sempat mendatangi TKP, namun kemudian memilih mundur karena mendapat pengusiran dari masyarakat setempat.

Selain itu, jumlah personil yang ada tidak sebanding dengan jumlah warga yang saat itu sebagian besar memegang senjata tajam.

Hingga berita ini diturunkan, fajarpapua.com belum menerima keterangan resmi dari pihak Polres Mimika.

Meski demikian berdasar informasi dari warga, saat ini situasi di lokasi kejadian tempat disemayamkan jenazah dalam keadaan aman meski dipadati oleh masyarakat. (mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *