BERITA UTAMAMIMIKA

Disnak Keswan Resmikan RPH-U di Pasar Sentral Timika, Plt. Bupati Mimika Berharap Ketergantungan Ayam dari Luar Daerah Dikurangi

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
11
×

Disnak Keswan Resmikan RPH-U di Pasar Sentral Timika, Plt. Bupati Mimika Berharap Ketergantungan Ayam dari Luar Daerah Dikurangi

Share this article
IMG 20230126 WA0070
Plt. Bupati Mimika Johannes Rettob saat mendengar penjelasan dari Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika terkait operasional RPH - U Pasar Sentral Timika.Foto: Febri

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) meresmikan operasional Rumah Potong Hewan – Unggas (RPH-U) di Pasar Sentral Timika pada Kamis (26/1).

Peresmian RPH-U dilakukan oleh Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika drh. Sabelina Fitriani.

Ads

Dalam sambutannya Sabelina Fitriani mengatakan Rumah Potong Hewan Unggas (RPH-U) itu telah berdiri pada Tahun 2022 dibangun dengan sumber dana DAK senilai Rp 5,6 miliar.

“Ada beberapa bagian yang di bangun, yaitu bangunan utama, ada peralatan dan instalasi dan alat pemotongan yang dibuat secara otomatis,” ujarnya.

Kapasitas rumah potong tersebut lanjutnya hingga 2.000 ekor per hari, dan jika dikerjakan oleh kemampuan petugas yang cukup maka kapasitas maksimal itu tersebut bisa dipenuhi dalam waktu 1-2 jam.

“Itu sebetulnya bisa di potong kalau dengan kemampuan petugas yang cukup bisa memakan waktu 1-2 jam untuk 2000 ekor atau 2 ton per hari,” katanya.

Dikatakan selama ini Mimika selalu mendatangkan ayam dari luar daerah, dan hanya 5 persen saja yang di support oleh peternak lokal.

“Kita punya peternak kurang lebih 34 orang dengan kemampuan bervariasi mulai dari 500-8000 ekor,” ucapnya.

“Memang selama ini karena tidak ada rumah potong, dan kemudian pemasukan ayam hanya 5 persen dan 95 persen dari Surabaya. Sehingga peternak kita kalah bersaing,” lanjutnya.

Diharapkan dengan adanya rumah potong ini dan tentu ada regulasi yang diambil pemerintah daerah atas keberpihakan kepada peternak dan masyarakat sehingga semua akan memberikan dampak yang positif kepada para peternak.

“Dan berharap juga ada kemitraan dari pihak ketiga bermitra dengan para peternak sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik. Kita berharap juga perusahaan catering Seperti Pangan Sari Utama, yang mana kebutuhan yang ambil dari luar dalam satu bulan 285 ton, kita berharap setidaknya bisa 50 persen menyerap produk lokal nantinya,” terangnya.

Secara keseluruhan total kebutuhan konsumsi masyarakat Mimika kurang lebih sebanyak 700 ton terdiri dari kurang lebih 400 ton untuk masyarakat dan PT Pangan Sari sebanyak 285 ton.

Sementara Plt Bupati Mimika Johannes Rettob mengapresiasi hadirnya rumah potong hewan unggas yang diinisiasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika.

Ini lanjutnya juga sebagai bentuk usaha pemerintah untuk dekat dan terus melayani masyarakat Mimika dalam semua profesi, dalam semua kegiatan.

“Kita terus mendekatkan pelayanan kita ini agar masyarakat merasa pemerintah hadir untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Plt. Bupati Mimika juga menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya Didal menggalakkan sektor usaha, terutama di bidang ekonomi dan secara khusus di bidang peternakan.

“Pemerintah terus berusaha bagaimana caranya agar Mimika ini tidak lagi tergantung dan mendatangkan ayam dari luar. Melalui Dinas Peternakan dan OPD yang lain, kita terus melakukan pendekatan dan melakukan pengawasan, pembinaan kepada para peternak agar semua yang dibutuhkan masyarakat Mimika ini bisa terpenuhi dari dalam Mimika,” ucapnya.

“Saya berharap 34 peternak yang saat ini dibina dapat memberikan sumbangsih sehingga bisa mengurangi import dari luar daerah,” lanjutnya.

Sehingga kedepan diharapkan, dari 95 persen produk ayam yang didatangkan dari luar bisa diturunkan. “Paling tidak untuk dua tahun kedepan kita bisa turun, dan kalau perlu kita subsidi sehingga produk daribluar bisa dilarang masuk,” paparnya.

“Rumah potong ini mudah mudahan bisa dipergunakan dengan baik oleh para peternak, dan juga bisa menjadi manfaat bagi seluruh masyarakat Mimika,” tutupnya. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *