BERITA UTAMAPAPUA

Polda Papua Kirim Tambahan 1 SSK Brimob Atasi Kerusuhan Wamena, Kapolda Evaluasi SOP Penanganan Rusuh

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
7
×

Polda Papua Kirim Tambahan 1 SSK Brimob Atasi Kerusuhan Wamena, Kapolda Evaluasi SOP Penanganan Rusuh

Share this article
9cc5bfba 7a9c 4b6f 94c5 60961e675bcf
Nampak asap membumbung tinggi dari bangunan yang dibakar massa saat rusuh di Wamena pada Kamis lalu.Foto: Istimewa

Timika, fajarpapua.comPolda Papua telah mengirimkan 100 personel atau setara 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) tambahan untuk mengatasi kerusuhan di Wamena, Jayawijaya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Prabowo kepada wartawan, Jumat (24/2) mengatakan penambahan 100 personel dari Makosat Brimob Jayapura untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ads

Dijelaskan Benny pada saat kejadian aparat gabungan TNI-Polri telah mencoba melakukan negosiasi agar isu penculikan dapat diselesaikan.

Akan tetapi, kata dia, Kapolres Jayawijaya dan anggota gabungan yang berada di lokasi justru diserang menggunakan batu dan panah.

Benny mengaku petugas kemudian telah mengeluarkan tembakan peringatan dengan harapan massa tidak melakukan aksi penyerangan terhadap anggota.

“Massa yang semakin anarkis tersebut tidak mau mendengar himbauan aparat dan tidak mau membubarkan diri saat diberi tembakan peringatan bahkan menyerang Aparat dengan panah,” tuturnya.

Akibat bentrokan tersebut, ia mengatakan total terdapat 10 korban tewas. Rinciannya, 2 orang menjadi korban dari massa perusuh, sementara 8 lainnya berasal dari massa perusuh yang ditembak oleh petugas.

Selain itu, terdapat 32 orang korban luka-luka dan 13 rumah serta 2 ruko hangus dibakar oleh kelompok massa aksi.

Sementara Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengakui sudah memerintahkan Kabid Propam Polda Papua ke Wamena untuk mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan kerusuhan.
 
Penyelidikan itu perlu untuk mengevaluasi apakah sudah sesuai SOP atau tidak terkait kerusuhan yang terjadi di Sinakma, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (23/2) lalu.

“Saya sampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita atas insiden yang terjadi dan akan segera ke Wamena,” kata Kapolda Papua.

Dikatakan, saat ini situasi Wamena berangsur-angsur kondusif dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Forkopimda telah mengambil langkah bersama agar terciptanya situasi yang kondusif di Wamena serta berkomunikasi dengan tokoh masyarakat setempat. (red/an)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *