BERITA UTAMAPAPUA

Keluarga Tuntut Ganti Rugi Rp 5 M dan 30 Ekor Babi untuk Setiap Kepala Korban Rusuh Wamena

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
11
×

Keluarga Tuntut Ganti Rugi Rp 5 M dan 30 Ekor Babi untuk Setiap Kepala Korban Rusuh Wamena

Share this article
IMG 20230301 WA0050
Warga dan keluarga korban rusuh Wamena saat menyampaikan tuntutan ganti rugi kepada pemerintah.Foto: Istimewa

Wamena,fajarpapua.com – Bukan main! Keluarga korban kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menuntut denda adat berupa ganti rugi yang fantastis.

Untuk korban yang berasal dari dari Kabupaten Lanny Jaya dan Yahukimo, keluarga menuntut ganti rugi sebesar Rp 5 miliar perkepala

Ads

Sedangkan untuk keluarga korban dari Wamena menuntut 30 ekor babi per kepala dan keluarga korban yang berasal dari Nduga belum putuskan tuntutannya.

Tuntutan lainnya yakni pembayaran Rp 1 miliar untuk korban luka tembak yang saat ini masih dirawat di RSUD Wamena.

Seperti diketahui 12 orang korban nyawa tercatat dalam kerusuhan Wamena yang dipicu informasi hoaks penculikan anak di Sinakma Wamena yang terjadi 23 Februari 2023.

Tuntutan tersebut diserahkan keluarga korban kepada empat Pemda dan di hadapan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, serta TNI Polri dalam mediasi penyelesaian adat yang disaksikan ribuan warga di Lapangan Pendidikan Wamena, Selasa (28/2) sore.

Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Bupati Papua Pegunungan, Didimus Yahuli menuturkan Bupati Lanny Jaya, Nduga, Jayawijaya dan Yahukimo serta Penjabat Gubernur Papua Pegunungan akan menjawab tuntutan dengan cara rasionalisasi dan terukur.

“Kelima pemerintah daerah akan menjawab meskipun tidak sesuai dengan tuntutan. Akan dilakukan rasionalisasi setelah rembug bersama dan hasil kesepakatan akan diserahkan ke Bupati Lanny Jaya untuk menjembatani semua permintaan keluarga korban,” katanya.

Didimus yang juga menjabat Bupati Yahukimo memastikan penyelesaian tuntutan akan dilakukan dengan cepat agar tak berlarut-larut.

“Persoalan ini akan diselesaikan lebih cepat, lebih baik agar tidak berlarut dan akan dibicarakan pada tingkat Asosiasi Kepala Daerah se-Pegunungan Papua, sebab kejadian ini spontan dan tanggung jawab bersama,” katanya.

Sementara Tim Mediasi antara keluarga korban dan Pemerintah Daerah, Theo Hesegem, membenarkan tuntutan tersebut.

“Terkait denda adat, keluarga korban meminta 1 kepala diganti Rp 5 miliar dan 30 ekor babi bagi mereka yang meninggal. Sedangkan korban luka-luka Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Sementara, Penjabat Gubenur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo mengajak semua pihak untuk mendoakan korban kerusuhan.

Mantan Kajati Papua ini yakin pertemuan akan mendapat respons yang baik dari seluruh kepala daerah yang masyarakatnya berdampak.

“Saya dengan para pejabat hadir disini untuk mendengarkan aspirasi dari keluarga korban peristiwa kerusuhan kemarin,” ungkap Nikolaus dalam keterangannya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *