Lewati ke konten utama

Protes Pemindahan 4 Tapol ke Makassar, Maikel Welerubun Kritis dan 17 Warga Ditangkap

Redaksi FPPenulis
14.20 WIT2 menit baca35 dibaca
IMG-20250829-WA0002
IMG-20250829-WA0002Foto / BERITA UTAMA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua BaratOrganisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim seorang warga bernama Maikel Welerubun mengalami luka tembak di bagian rusuk hingga kritis, sementara 17 orang lainnya ditangkap dalam aksi protes di Sorong pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Kamis (28/8), TPNPB menuding aparat keamanan melakukan penembakan dan tindakan kekerasan saat membubarkan aksi protes terkait pemindahan empat tahanan politik (Tapol) Papua ke Makassar. Selain penangkapan, TPNPB menyebut terjadi pemukulan terhadap peserta aksi, termasuk perempuan dan anak-anak.

Mereka juga menuding aparat menggunakan peluru tajam dan karet di sejumlah titik, dengan ditemukannya selongsong peluru di depan Alfamart Jl. Kalasuat serta proyektil di sekitar halte Dom.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sambom mengeluarkan peringatan keras kepada aparat militer di Sorong serta meminta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menghentikan penangkapan warga sipil. Mereka mengancam akan mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) jika dalam waktu 1x24 jam penangkapan masih berlanjut.

Lebih jauh, TPNPB menuding kebijakan Presiden Prabowo Subianto di Papua mengedepankan pendekatan militer untuk mengamankan investasi asing. Mereka menyatakan siap melawan jika operasi militer ditingkatkan.

“Jika pengerahan aparat militer Indonesia untuk perang melawan TPNPB, kami pun siap dan medan perang telah dibuka di Tanah Papua,” tulis Sebby Sambom dalam pernyataan tersebut.

Hingga kini, pihak aparat keamanan belum memberikan tanggapan resmi atas klaim yang dilayangkan TPNPB tersebut.(red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.