Lewati ke konten utama

Viral di Medsos, Penemuan Mayat Mama Gimbal di Bendungan Kali Aso Kabupaten Jayapura Dipastikan Hoaks

Redaksi FPPenulis
22.19 WIT2 menit baca38 dibaca
IMG-20250929-WA0040
IMG-20250929-WA0040Foto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Beredar luas di media sosial sebuah foto yang diklaim sebagai penemuan mayat perempuan berambut gimbal di Bendungan Kali Aso, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Senin (29/9).

Namun, polisi memastikan kabar tersebut tidak benar alias hoaks.

Dalam foto yang beredar, tampak sosok perempuan tergeletak di aliran kali dengan narasi bahwa kejadian itu terjadi di Bendungan Kali Aso. Kabar tersebut sontak menimbulkan keresahan masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan memastikan informasi itu tidak benar.

“Hari ini kami mendapat informasi dari berbagai sumber terutama media sosial bahwa di Bendungan Kali Aso ditemukan sosok mayat perempuan. Namun setelah kami konfirmasi ke Polsek Nimbokrang dan melakukan pengecekan ke TKP serta Puskesmas, informasi itu tidak benar atau hoaks,” jelas Alamsyah di ruang kerjanya.

Ia menerangkan, foto yang beredar dikaitkan dengan seorang perempuan yang dikenal masyarakat dengan sebutan mama gimbal. Untuk memastikan, Satreskrim Polsek Nimbokrang langsung mengecek keberadaan yang bersangkutan. “Setelah dicek, mama gimbal dalam keadaan sehat. Jadi, dipastikan tidak ada penemuan mayat sebagaimana informasi yang beredar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Alamsyah mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial. “Kami tidak tahu siapa yang pertama kali menyebarkan berita itu. Kami pun mengetahuinya dari media sosial, sehingga langsung lakukan pengecekan. Kami imbau masyarakat berhati-hati dan pastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya, agar tidak menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Polisi kini menelusuri sumber pertama yang menyebarkan kabar bohong tersebut. “Masyarakat diharapkan hanya menerima dan menyampaikan informasi resmi dari aparat terkait guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak,” pungkas Alamsyah.(hsb)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.