Ratusan staf Australian Broadcasting Corporation (ABC) melakukan aksi mogok kerja massal pada Rabu, 25 Maret 2026, menandai mogok pertama dalam dua dekade terakhir. Aksi ini dipicu ketidakpuasan terhadap kondisi gaji dan jam kerja yang mengganggu siaran langsung lembaga penyiaran publik tersebut.
Serangan mogok ini muncul setelah proses negosiasi panjang selama berbulan-bulan antara staf dan manajemen yang belum mencapai kesepakatan. Meski manajemen menawarkan kenaikan gaji sebesar 10 persen selama tiga tahun dan bonus sebesar US$700 (sekitar Rp11,8 juta) untuk staf tetap dan kontrak, mayoritas staf menolak tawaran tersebut.
Penolakan ini mencerminkan ketidakpuasan yang mendalam terhadap ketidakadilan dan kondisi kerja yang dianggap tidak memadai, yang akhirnya memicu aksi mogok besar-besaran. Para pekerja berharap agar pihak manajemen dapat memperhatikan aspirasi mereka demi memastikan keberlangsungan siaran yang profesional dan berkualitas.
Ini menjadi momentum penting dalam sejarah hubungan kerja di ABC, sekaligus mengingatkan pentingnya dialog konstruktif antara staf dan pengelola agar tidak mengganggu layanan publik yang krusial bagi masyarakat.

