Timika, fajarpapua.com – Hampir setahun menghilang dari pemberitaan, Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjen Egianus Kogoya, kembali muncul dalam sebuah video yang beredar pada Jumat (24/7/2026). Kemunculannya sekaligus mematahkan spekulasi yang selama ini berkembang bahwa dirinya telah tewas.
Egianus tampil bersama Kepala Staf Kodap III Rumianus Wandikbo, para pimpinan Kowip, serta 13 pimpinan batalyon Kodap III Ndugama Derakma dalam video yang berisi penyampaian permohonan maaf kepada Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB).
Video tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan siaran pers resmi yang diterbitkan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan ditandatangani Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Dalam siaran pers itu dijelaskan bahwa permohonan maaf disampaikan terkait kesalahpahaman internal organisasi setelah pembebasan pilot asal Selandia Baru, Kapten Philips Mark Martens. Seperti diketahui, Philips disandera sejak 7 Februari 2023 di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, sebelum akhirnya dibebaskan pada 21 September 2024.
Keputusan pembebasan pilot tersebut sebelumnya memicu polemik di internal TPNPB karena dilakukan tanpa kesepakatan yang diklaim berasal dari Markas Pusat. Saat itu, Markas Pusat TPNPB melalui Sebby Sambom mengecam tindakan Egianus Kogoya dan menyatakan tidak lagi mengakui kepemimpinannya di Kodap III Ndugama Derakma. Sejak polemik tersebut, Egianus tidak lagi muncul ke publik sehingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai keberadaannya.
Melalui video terbaru yang diterima Markas Pusat TPNPB, Egianus Kogoya bersama jajaran Kodap III menyatakan penyesalan dan meminta maaf kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Juru Bicara Sebby Sambom, seluruh pejuang kemerdekaan Papua di dalam maupun luar negeri, serta masyarakat Papua atas kesalahpahaman yang terjadi.
Permohonan maaf juga ditujukan kepada masyarakat Nduga, seluruh jaringan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap), para kurir dan Personel Intelijen Strategis (PIS) TPNPB, denominasi gereja, hingga wartawan lokal, nasional, dan internasional yang selama ini mengikuti perkembangan konflik di Papua.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan telah menerima permintaan maaf Egianus Kogoya beserta jajaran Kodap III Ndugama Derakma.
Dalam siaran persnya, TPNPB menyebut keputusan itu diambil setelah melalui proses koordinasi dan komunikasi yang berlangsung cukup panjang antara Markas Pusat dengan Kodap III.
TPNPB juga menyatakan kembali memberikan dukungan kepada Egianus Kogoya beserta pasukannya untuk melanjutkan perjuangan bersenjata yang mereka sebut sebagai perjuangan pembebasan nasional bangsa Papua. Selain itu, dalam dokumen yang sama, TPNPB mengklaim Kodap III Ndugama Derakma kembali membuka "medan perang" melawan aparat militer Indonesia. (red)









