Sejak akhir Februari 2023, Iran mengalami kehilangan sejumlah tokoh penting yang menjadi target operasi militer rahasia AS dan Israel. Salah satu yang paling mengejutkan adalah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dikabarkan tewas akibat serangan brutal di hari pertama operasi tersebut. Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi ketegangan di kawasan Teluk, yang berdampak besar terhadap stabilitas politik dan keamanan Iran.
Baru-baru ini, Israel mengklaim berhasil menewaskan Laksamana Muda Alireza Tangsiri pada Kamis (26/3). Menurut pejabat Tel Aviv, Tangsiri tewas dalam serangan udara di Bandar Udara Abbas. Ia dikenal sebagai tokoh yang dianggap paling bertanggung jawab atas pengawasan penutupan jalur strategis Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak global. Respon Iran pun tak berlangsung lama, mereka melancarkan serangan balasan ke Israel dan fasilitas milik Amerika Serikat di wilayah Teluk sejak hari pertama serangan.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga melakukan tindakan tegas dengan menutup jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz, sebagai bentuk tekanan terhadap AS dan Israel. Juru bicara IRGC, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa situasi di kawasan strategis tersebut tidak akan kembali normal, menandai eskalasi konflik yang semakin intensif. Beberapa tokoh penting Iran yang menjadi korban serangan sejak 28 Februari 2023 termasuk Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, Kepala Dewan Keamanan Ali Shamkhani, serta Komandan IRGC Mohammad Pakpour, dan banyak lagi, menegaskan dampak besar dari operasi militer ini terhadap struktur kekuasaan Iran.
Kejadian ini menambah panjang daftar tokoh berpengaruh Iran yang tewas akibat aksi militer rahasia AS dan Israel, yang diwarnai dengan ketegangan yang meningkat di kawasan. Konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika geopolitik di Teluk Persia, dengan dampak luas terhadap stabilitas regional dan global.








Komentar (0)