BERITA UTAMANASIONALPAPUA

Akses Perbatasan Tolikara–Puncak Jaya Terganggu, Longsor Tutup Jalur Trans Wamena

210
×

Akses Perbatasan Tolikara–Puncak Jaya Terganggu, Longsor Tutup Jalur Trans Wamena

Share this article
longsor yang terjadi di aliran Sungai Kali Weyege pada Jumat (3/4).

Tolikara, fajarpapua.com — Akses transportasi darat di wilayah perbatasan Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Puncak Jaya hingga Minggu (5/4) terganggu akibat bencana longsor yang terjadi di aliran Sungai Kali Weyege pada Jumat (3/4).

Peristiwa tersebut berdampak langsung pada ruas Jalan Trans Wamena yang menjadi jalur penghubung vital antarwilayah di Papua Pegunungan.

iklan

Material longsoran berupa tanah dan batu dilaporkan menutup sebagian badan jalan, sehingga aktivitas lalu lintas warga terhambat.

Wilayah terdampak berada di Distrik Wakuwo dan Distrik Nabunage yang secara administratif masuk dalam Kabupaten Tolikara.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa, namun kondisi akses jalan dilaporkan sulit dilalui, terutama bagi kendaraan roda empat.

Sebelumnya, banjir dan longsor dilaporkan terjadi di Kampung Kolilan, Ampera, Elsadai, Molera, Gurikme, Kimibur, Kogimage, Losmen, Danggulurik, Kiranage, serta Yalikaluk di Distrik Karubaga.

Bencana juga meluas ke Kampung Magerakuk/Leragawi, Longgoboma, Kuburatiri, dan Bogone di Distrik Lianogoma; Kampung Kai dan Wiyager di Distrik Kai; Kampung Banggeri, Geyaneri, dan Milineri di Distrik Wenam; Kampung Timori di Distrik Geya; Distrik Tagineri; serta sejumlah distrik lainnya di wilayah Kabupaten Tolikara.

Merespons situasi tersebut, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, mengeluarkan Surat Pernyataan Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Nomor 360/25/BUP/2026 tertanggal 7 Februari 2026.

Bupati Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si, juga turun langsung ke lokasi terdampak didampingi seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolikara.

Mereka meninjau kerusakan infrastruktur sekaligus menyerahkan bantuan darurat bagi warga terdampak.
 
Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya, SH, M.KP, mengatakan tim gabungan telah bekerja sejak hari pertama bencana untuk membuka akses terisolasi dan membantu warga.

Menurut Kepala BPBD Feri Kogoya, proses pemulihan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri karena kondisi geografis Tolikara yang berbukit dan rawan longsor. 
 
Ia menambahkan, pemerintah daerah masih menunggu data dan analisis cuaca dari BMKG Provinsi Papua sebagai dasar pengambilan langkah lanjutan. 
 
“Pemerintah Kabupaten Tolikara saat ini memprioritaskan pemulihan akses jalan dan jembatan agar distribusi logistik tidak terhambat. Selain itu, pendataan kerusakan rumah warga dan lahan pertanian terus dilakukan guna memastikan bantuan tepat sasaran,” ucapnya. (mas)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP