Jakarta, Fajar Papua — Menteri radikal Israel, Bezalel Smotrich, mengeluarkan pernyataan kontroversial yang mengusulkan penghapusan negara Palestina dan perluasan wilayah Israel ke wilayah Lebanon dan Suriah. Ia menyatakan bahwa Tel Aviv berencana mencaplok wilayah Gaza dan memperluas perbatasan ke Lebanon hingga Sungai Litani serta Suriah hingga Gunung Beit She’an. Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dalam pidatonya saat pembukaan pemukiman baru, Smotrich menegaskan bahwa langkah militer dan politik menjadi bagian dari strategi Israel untuk memperkuat keamanan nasional. Ia juga menyinggung tentang akhir dari gagasan negara Palestina di Tepi Barat, menyatakan bahwa tahap diplomatik terakhir sedang berlangsung untuk menghapus keberadaan negara tersebut.
Selain itu, Smotrich menyatakan bahwa Israel berdiri di atas kekuatan militer dan kemauan politik yang kuat, berdasarkan kecintaan terhadap tanah air. Pernyataan ini muncul saat Israel terus melakukan operasi militer di Lebanon dan Jalur Gaza, serta meluncurkan serangan ke Suriah sejak Oktober 2023. Konflik yang berlangsung memakan banyak korban jiwa, mendekati angka 2.000 jiwa di Lebanon saja.
Di tengah ketegangan ini, keteladanan politik dan militer Israel menimbulkan ketidakpastian besar bagi stabilitas kawasan Timur Tengah, sementara dunia internasional mengecam langkah-langkah ekstrem tersebut.








Komentar (0)