Jakarta – Iran secara keras mengecam upaya Amerika Serikat memblokade jalur strategis Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak global. Melalui akun resmi Konjen Iran di Hyderabad, @IraninHyderabad, Teheran menyindir langkah AS tersebut dengan menyamakan situasi di Selat Hormuz seperti media sosial, di mana memblokir satu pihak tak cukup jika pihak lain tetap beroperasi.
Unggahan tersebut mengingatkan bahwa “Selat Hormuz bukan media sosial. Jika seseorang memblokir Anda, Anda tidak bisa sekadar memblokir balik.” Pernyataan ini menegaskan bahwa blokade tidak sekadar tindakan simbolis, melainkan memiliki dampak nyata terhadap jalur perdagangan internasional. Duta besar Iran di Hyderabad dan kedutaan besar Iran lainnya juga sering mengunggah konten yang mengejek kebijakan AS dan sekutunya Israel, sebagai respons terhadap tekanan dan operasi militer terhadap Iran.
Pengumuman blokade oleh Presiden Donald Trump dilakukan setelah negosiasi dengan Iran mengalami kebuntuan di Pakistan. Trump bahkan mengancam akan menenggelamkan kapal serang cepat Iran jika mereka mendekati wilayah yang diblokir. Mulai pukul 09.00 waktu setempat, AS mengklaim bahwa blokade telah berlangsung, meskipun sejumlah kapal Iran tetap melintasi Selat Hormuz tanpa halangan, termasuk kapal berbendera Panama, Peace Gulf, yang menuju pelabuhan di Uni Emirat Arab.
Kendati demikian, sejumlah kapal lain yang dikenai sanksi AS, seperti Murlikishan dan Rich Starry, diketahui masih melintasi kawasan tersebut. Data pelayaran menunjukkan bahwa kapal-kapal ini tidak menuju Iran, melainkan ke pelabuhan lain seperti Irak dan Uni Emirat Arab. Pengamat menilai keberlangsungan lalu lintas kapal ini menunjukkan bahwa blokade AS belum sepenuhnya efektif dan masih menimbulkan ketegangan di jalur strategis tersebut. Reaksi internasional, terutama dari Rusia dan China, menyuarakan ketidaksetujuan terhadap langkah AS yang dianggap tidak bertanggung jawab dan berpotensi memperkeruh ketegangan di kawasan.
Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya konflik di Selat Hormuz dan dampaknya terhadap pasokan minyak dunia. Meski AS mengklaim telah memulai blokade, kenyataannya jalur tersebut tetap aktif dilalui kapal-kapal internasional, menegaskan bahwa geopolitik di kawasan ini masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian.








Komentar (0)