BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Harga Elpiji 12 Kg di Timika Naik 10,25 Persen, Tembus Rp 390 Ribu per Tabung

1490
×

Harga Elpiji 12 Kg di Timika Naik 10,25 Persen, Tembus Rp 390 Ribu per Tabung

Share this article
Warga saat antri membeli Gas LPG

Timika, fajarpapua.com – Harga elpiji non-subsidi ukuran 12 kilogram di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi mengalami kenaikan signifikan.

Per Senin (20/4), harga elpiji 12 kg naik sebesar 10,25 persen, dari sebelumnya Rp 350.000 menjadi Rp 390.000 per tabung.

iklan

Kenaikan harga ini mulai diberlakukan oleh sejumlah distributor, di antaranya PT Mitra Indimatan dan PT Indo Papua Grup, menyusul penyesuaian harga secara nasional oleh Pertamina Patra Niaga.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Pertamina yang lebih dulu menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi, termasuk Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg, sejak 18 April 2026 di seluruh Indonesia.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala, menjelaskan kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya harga energi global akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Untuk harga yang naik ialah biaya tebus LPG dari agen ke Pertamina yang berlaku secara nasional, tidak hanya di Papua. Sementara harga jual di lapangan akan disesuaikan oleh masing-masing agen,” ujar Junaedi.

Ia menambahkan, penyesuaian harga ini sejalan dengan kebijakan nasional, di mana harga LPG non-subsidi mengalami kenaikan bervariasi di berbagai daerah.

Untuk konsumen rumah tangga, harga isi ulang Bright Gas 12 kg secara nasional naik sekitar 14–19 persen atau berkisar Rp 36.000 per tabung.

Meski demikian, harga di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua, diketahui lebih tinggi dibandingkan wilayah barat.

Berdasarkan data resmi Pertamina, harga elpiji 12 kg di Papua berada di kisaran Rp 285.000 per tabung di tingkat agen, dan dapat meningkat lebih tinggi di tingkat konsumen akibat biaya distribusi, terutama untuk wilayah di luar radius 60 kilometer dari SPBE.

Kondisi tersebut turut menjelaskan tingginya harga elpiji di Timika yang kini mencapai Rp 390.000 per tabung.

Junaedi juga menyampaikan pihaknya belum dapat memastikan apakah harga akan kembali turun atau mengalami kenaikan lanjutan, mengingat harga LPG sangat bergantung pada dinamika harga energi dunia.

“Ke depan kami belum dapat memastikan karena harga bersifat tentatif mengikuti harga dunia. Namun untuk stok LPG di Mimika saat ini dipastikan aman dan distribusi tetap berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.

Selain elpiji, pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) juga melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada pertengahan April 2026, seiring kenaikan harga minyak dunia. (mas)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP