BERITA UTAMANASIONALPAPUA

Kementan Fokus Tahapan SID, Cetak Sawah 30.000 Hektare di Papua Dikebut

185
×

Kementan Fokus Tahapan SID, Cetak Sawah 30.000 Hektare di Papua Dikebut

Share this article
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto

Jayapura, fajarpapua.com — Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan pentingnya tahapan survei, identifikasi, dan desain (SID) sebagai fondasi utama dalam program cetak sawah di Papua yang ditargetkan mencapai 30.000 hektare.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, di Kantor Gubernur Papua, Selasa (21/4).

iklan

Hermanto menjelaskan, proses SID saat ini masih terus berjalan dan menjadi penentu utama keberhasilan program sebelum memasuki tahap konstruksi.

“Kami lakukan secara bertahap hingga mencapai target kurang lebih 30.000 hektare tahun ini, dan saat ini masih dalam proses SID,” ujarnya usai rapat bersama Gubernur Papua di Jayapura.

Menurutnya, tahapan SID mencakup pemetaan kondisi lahan, aspek teknis pengairan, hingga kesiapan sosial masyarakat.

Seluruh proses dilakukan secara detail guna memastikan tidak ada kendala saat pelaksanaan di lapangan.

“Sebagian sudah selesai dan akan segera masuk tahap eksekusi konstruksi,” tambahnya.

Ia menekankan, kualitas hasil SID sangat menentukan kelancaran pembangunan sawah baru, termasuk dalam mengantisipasi potensi konflik lahan serta kendala teknis lainnya.

Karena itu, pemerintah daerah diminta berperan aktif mendukung proses ini, terutama melalui sosialisasi kepada masyarakat pemegang hak ulayat.

“Kami harapkan dukungan pemerintah daerah agar sosialisasi berjalan baik, sehingga pelaksanaan di lapangan tidak menemui hambatan,” katanya.

Untuk tahap awal, program cetak sawah akan dimulai di lahan seluas sekitar 15.000 hektare, sembari menunggu penyelesaian SID pada tahap berikutnya.

Pemerintah menargetkan tahap awal rampung pada Agustus mendatang, sehingga lahan dapat segera ditanami pada awal September.

“Targetnya paling lambat Agustus selesai, sehingga awal September sudah bisa ditanam,” jelas Hermanto.

Sementara itu, Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, Prabowo Subianto, melalui Kementerian Pertanian terhadap pengembangan sektor pertanian di Papua.

Menurut Fakhiri, program cetak sawah ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Program ini memberikan manfaat nyata karena lahan berasal dari masyarakat dan hasilnya juga kembali untuk masyarakat. Ini menciptakan siklus ekonomi yang langsung dirasakan,” ujarnya.

Dengan pendekatan bertahap berbasis SID, Kementan optimistis program cetak sawah di Papua dapat berjalan efektif, berkelanjutan, serta minim risiko di lapangan. (hsb)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP