Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Ratusan Anak dan Remaja Katolik Mimika Terima Sakramen Komuni Pertama

Suasana perayaan misa ekaristi di Gereja Katedral Tiga Raja Timika.
Suasana perayaan misa ekaristi di Gereja Katedral Tiga Raja Timika.Foto / Mimika
Redaksi Fajar Papua2 menit baca12 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Suasana penuh sukacita dan khidmat mewarnai perayaan Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di sejumlah gereja katolik di Timika, Minggu (7/6).

Selain di gereja Paroki St Stefanus Sempan, perayaan meriah juga berlangsung di Gereja Katedral Tiga Raja Timika. Di gereja katedral, sekitar 130 anak dan remaja menerima Komuni Pertama sebagai bagian dari perjalanan iman mereka dalam Gereja Katolik.

Misa dipimpin Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Pastor Amandus Rahadat, Pr, didampingi Pastor Silvester Bobii, Pr (Pastor Ekonom Keuskupan Timika) serta dihadiri ribuan umat yang memadati gereja untuk menyaksikan momen istimewa tersebut.

Perayaan ekaristi kali ini mengangkat tema tentang kehadiran nyata Kristus dalam Sakramen Mahakudus. Melalui bacaan Injil Yohanes 6:51-58, umat diajak merenungkan sabda Yesus yang menegaskan diri-Nya sebagai Roti Hidup yang turun dari surga.

Dalam homilinya, Pastor Amandus menjelaskan bahwa bacaan-bacaan liturgi hari ini menghadirkan dua jenis makanan yang dibutuhkan manusia, yakni makanan jasmani dan makanan rohani.

Ia mengisahkan bagaimana Tuhan memberikan manna kepada bangsa Israel saat mereka mengalami kelaparan di padang gurun. Makanan tersebut menjadi penopang kehidupan jasmani mereka dalam perjalanan menuju tanah terjanji.

Namun, lanjut dia, Tuhan menyediakan makanan yang jauh lebih penting bagi kehidupan manusia, yakni Tubuh dan Darah Kristus yang menjadi santapan rohani bagi umat beriman.

"Makanan jasmani memang penting untuk menjaga kehidupan tubuh, tetapi manusia sangat membutuhkan makanan rohani yang memberi kekuatan, mengubah hidup, dan mendekatkan kita kepada Tuhan," ungkap Pastor Amandus.

Ia menambahkan, dalam perayaan Ekaristi, Gereja Katolik meyakini bahwa roti dan anggur yang dikonsekrasi mengalami perubahan hakikat menjadi Tubuh dan Darah Kristus, meskipun secara lahiriah tetap tampak sebagai roti dan anggur.

Karena itu, saat umat menerima komuni, mereka sesungguhnya menyambut Kristus sendiri yang hadir dalam Sakramen Ekaristi.

Mengakhiri homilinya, Pastor Amandus menyampaikan rasa syukur atas penerimaan Komuni Pertama oleh sekitar 130 anak yang telah dipersiapkan melalui proses pendampingan dan pembinaan iman.

"Hari ini menjadi hari yang membahagiakan bagi Gereja. Anak-anak ini tidak lagi berjalan sendiri, tetapi kini semakin dekat dan bersatu dengan Tuhan Yesus melalui Sakramen Ekaristi," katanya.

Pada momen sambut baru, satu per satu peserta maju ke depan untuk pertama kalinya menerima Tubuh dan Darah Kristus dalam Sakramen Ekaristi. Wajah-wajah penuh sukacita dan haru tampak menghiasi prosesi yang menjadi tonggak penting dalam kehidupan iman mereka.

Perayaan kemudian ditutup dengan doa sesudah komuni dan berkat penutup, mengakhiri rangkaian ibadah yang berlangsung penuh hikmat dan sukacita. (moa)