Lewati ke konten utama

Stand Dekranasda Mimika Jadi Magnet, Daun Gatal hingga Noken Papua Diburu Pengunjung PENAS XVII Gorontalo

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
19.56 WIT3 menit baca174 dibaca
Stand Dekranasda Mimika, PENAS XVII Gorontalo 2026 yang menampilkan produk unggulan Mimika, daun gatal Papua, minyak daun gatal dan noken Papua.
Stand Dekranasda Mimika, PENAS XVII Gorontalo 2026 yang menampilkan produk unggulan Mimika, daun gatal Papua, minyak daun gatal dan noken Papua.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Gorontalo, fajarpapua.com – Stand Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika sukses mencuri perhatian ribuan peserta dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

Produk-produk khas Papua Tengah yang dipamerkan bahkan menjadi buruan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

Ajang PENAS XVII yang secara resmi dibuka pada 20 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menjadi panggung strategis bagi daerah untuk memperkenalkan potensi unggulannya.

Di tengah ratusan stand peserta dari seluruh Indonesia, Stand Dekranasda Mimika tampil berbeda dengan menghadirkan kekayaan budaya dan produk tradisional yang sarat nilai kearifan lokal.

Ratusan pengunjung tampak silih berganti mendatangi stand tersebut.

Mereka penasaran dengan berbagai produk khas Mimika yang selama ini hanya dikenal melalui media sosial maupun cerita dari mulut ke mulut.

Salah satu produk yang paling menyita perhatian adalah minyak daun gatal dan daun gatal khas Papua yang dipercaya masyarakat setempat dapat membantu meredakan pegal dan nyeri otot secara alami.

Salah seorang pengunjung asal Kalimantan Tengah, Muksin Khodari, mengaku terkesan dengan keunikan produk yang dipamerkan.

"Stand Dekranasda Mimika cukup menyita perhatian. Produk-produk lokal yang dipamerkan sangat unik dan jarang kita lihat secara langsung. Selama ini hanya melihat di media sosial, tetapi pada pameran kali ini kami bisa melihat bahkan mengetahui langsung manfaat dari produk-produk tersebut," ujarnya.

Ia mengaku kagum saat diperkenalkan dengan daun gatal yang penggunaannya cukup sederhana, yakni digosokkan pada bagian tubuh yang terasa pegal.

"Yang membuat saya kagum tadi ada daun gatal yang digosok ke tubuh untuk membantu mengurangi pegal-pegal. Reaksinya cukup cepat. Selain itu ada juga minyak daun gatal. Memang saya belum mencoba minyaknya, tetapi setelah melihat langsung manfaat daun tersebut, saya langsung membeli beberapa produk untuk dibawa pulang," katanya.

Ketua Harian Dekranasda Mimika, Nella Manggara, mengatakan tingginya antusiasme pengunjung menjadi bukti produk lokal Mimika memiliki daya saing sekaligus daya tarik tersendiri di tingkat nasional.

"Puji Tuhan, antusiasme pengunjung sangat luar biasa. Banyak peserta dari berbagai provinsi tertarik dengan produk-produk unggulan Mimika karena memiliki ciri khas dan nilai budaya yang kuat. Ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan kerajinan dan produk lokal Mimika kepada masyarakat Indonesia," ujar Nella.

Menurutnya, keikutsertaan dalam PENAS XVII bukan sekadar mengikuti pameran, melainkan bagian dari strategi memperluas pasar bagi pelaku UMKM dan perajin asli Mimika.

"Kami berharap melalui PENAS XVII ini, produk-produk unggulan Mimika dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dekranasda Mimika akan terus mendorong para perajin dan pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sehingga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," tambahnya.

Sebanyak 24 pengurus dan perajin Dekranasda Mimika turut ambil bagian dalam kegiatan nasional tersebut.

Mereka membawa berbagai produk unggulan yang menjadi identitas budaya Papua Tengah, di antaranya noken rajutan daun melinjo, patung Mbitoro, dompet kulit buaya, tas kulit buaya, kain printing Kamoro, kain ecoprint, minyak daun gatal, hingga aneka produk olahan khas Mimika.

Keberadaan produk-produk tersebut tidak hanya menjadi media promosi ekonomi kreatif, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Mimika kepada ribuan peserta PENAS XVII dari seluruh penjuru Indonesia.

Dengan tingginya minat pengunjung, Stand Dekranasda Mimika pun menjelma menjadi salah satu destinasi favorit di arena PENAS XVII Gorontalo.

Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa karya perajin Papua Tengah mampu tampil sejajar dan mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. (red)