Timika, fajarpapua.com – Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Jalan Nangka, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (20/6).
Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarkawasan di Kabupaten Mimika sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.
Kegiatan peletakan batu pertama itu dihadiri sejumlah pejabat TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Mimika, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat.
Turut hadir Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto, Asisten I Setda Mimika Ananias Faot, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda, Kajari Mimika I Putu Eka Suyantha, serta sejumlah pejabat militer dan kepolisian lainnya.
Mewakili Bupati Mimika, Asisten I Setda Mimika Ananias Faot menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XVII/Cenderawasih beserta jajaran atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mimika.
“Pembangunan infrastruktur merupakan urat nadi yang menghubungkan aktivitas ekonomi masyarakat. Setiap pembangunan infrastruktur publik adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurutnya, sebagai daerah yang terus berkembang, Mimika membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai guna menjawab meningkatnya aktivitas perdagangan dan kebutuhan masyarakat.
“Momentum ground breaking ini tidak hanya dimaknai sebagai dimulainya pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi awal harapan baru untuk menghadirkan akses yang lebih baik, pelayanan yang semakin berkualitas, dan kehidupan masyarakat yang lebih maju,” katanya.
Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menjelaskan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bagian dari program strategis pemerintah yang bertujuan membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan konektivitas masyarakat.
Menurut Pangdam, TNI mendapat amanah untuk melaksanakan pembangunan jembatan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Tanah Papua.
“Untuk wilayah Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, saat ini terdapat 70 titik jembatan yang dibangun secara bersama-sama. Khusus di Kabupaten Mimika akan dibangun tujuh jembatan, dan salah satunya adalah Jembatan Garuda Merah Putih yang kita mulai hari ini,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam XVII/Cenderawasih, dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
“Jembatan ini diharapkan mampu membuka akses yang selama ini terbatas, memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pangdam juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, para tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Ia menegaskan bahwa jembatan bukan sekadar sarana penghubung fisik, melainkan simbol persatuan, kebersamaan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
“Kehadiran TNI di tengah masyarakat harus mampu memberikan solusi dan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat sehingga distribusi barang dan jasa semakin lancar serta berbagai potensi daerah dapat berkembang secara optimal,” katanya.
Program pembangunan jembatan yang dilaksanakan TNI ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menghadirkan akses penyeberangan yang aman bagi masyarakat, memperlancar akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil maupun terisolasi.








