Lewati ke konten utama

KONI Mimika Desak KONI Papua Tengah Bergerak Cepat, Jangan Sampai Gagal Kirim Atlet ke PON Beladiri 2026

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
07.03 WIT3 menit baca119 dibaca
Sejumlah pengurus cabang olahraga beladiri saat bertemu dengan Pengurus KONI Mimika membahas rrsiapan keikutsertaan pada PON Beladiri 2006 di Sulawesi Utara.
Sejumlah pengurus cabang olahraga beladiri saat bertemu dengan Pengurus KONI Mimika membahas rrsiapan keikutsertaan pada PON Beladiri 2006 di Sulawesi Utara.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – KONI Kabupaten Mimika mendesak KONI Provinsi Papua Tengah segera bergerak cepat menuntaskan seluruh proses administrasi dan pendaftaran atlet agar tidak kehilangan kesempatan mengirim kontingen pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026 yang akan digelar di Sulawesi Utara pada Oktober mendatang.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, menyusul semakin dekatnya jadwal pembukaan pendaftaran peserta yang dijadwalkan dimulai bulan depan.

Ia mengingatkan agar keterlambatan administrasi tidak menjadi penyebab Papua Tengah gagal tampil pada ajang olahraga nasional tersebut.

"Kami berharap KONI Papua Tengah segera mendaftarkan cabang olahraga beladiri seperti Kick Boxing, Muaythai, dan Tinju. Jangan sampai momen penting ini terlewat dan Papua Tengah tidak ikut ambil bagian di PON Beladiri," kata Antonius.

Menurutnya, kesiapan atlet bukan lagi menjadi persoalan.

Pembinaan atlet beladiri di Kabupaten Mimika selama ini berjalan baik dan para atlet telah memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan, termasuk tingkat nasional.

"Kalau dari sisi atlet, mereka sudah siap. Yang menjadi perhatian sekarang adalah administrasi. Jangan sampai KONI Provinsi terlambat atau bahkan tidak mendaftarkan atlet karena bulan depan pendaftaran sudah dibuka," tegasnya.

Selain percepatan administrasi, Antonius juga meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan dukungan anggaran operasional agar para atlet dapat mengikuti seluruh tahapan menuju PON Beladiri.

"Kami berharap ada dukungan dari Pemerintah Provinsi untuk operasional atlet. Mereka akan membawa nama Papua Tengah, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius," ujarnya.

Ia menjelaskan, PON Beladiri merupakan agenda nasional yang informasinya telah diteruskan kepada seluruh provinsi.

Karena itu, KONI Papua Tengah diminta segera berkoordinasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga (Pengprov) maupun KONI kabupaten/kota agar proses persiapan berjalan sesuai jadwal.

Menurut Antonius, hingga kini daerah maupun pengurus cabang olahraga masih menunggu arahan resmi terkait tahapan yang harus dilakukan.

"Sampai sekarang tahapan itu belum berjalan. Daerah dan pengurus cabang olahraga belum mengetahui langkah apa yang harus dilakukan. Karena itu kami meminta KONI Provinsi segera mengambil kebijakan dan langkah-langkah persiapan," katanya.

Ia menambahkan, atlet yang akan tampil di PON Beladiri tetap harus melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Pengurus Besar (PB) masing-masing cabang olahraga berdasarkan rekam jejak prestasi.

"Setiap atlet yang pernah tampil di Kejurnas maupun kejuaraan bergengsi lainnya memiliki catatan prestasi. PB akan menilai apakah atlet tersebut layak tampil di PON Beladiri atau tidak. Jadi bukan asal tunjuk atlet, semuanya harus melalui proses seleksi dan kualifikasi," jelasnya.

Antonius berharap KONI Provinsi Papua Tengah segera menyelesaikan seluruh kebutuhan administrasi dan menyiapkan dukungan anggaran agar atlet-atlet terbaik Papua Tengah memiliki kesempatan tampil, bersaing, dan mengharumkan nama daerah pada PON Beladiri 2026. (red)