Lewati ke konten utama

754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.05 WIT3 menit baca91 dibaca
Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi.
Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 754 koperasi tercatat di Kabupaten Mimika. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 120 koperasi yang dinilai aktif dan berjalan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika. Pengurus koperasi didorong lebih aktif melakukan pembenahan tata kelola, transparansi keuangan dan meningkatkan partisipasi anggota melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H., mengatakan RAT merupakan bagian penting dalam pengelolaan koperasi karena menjadi forum tertinggi untuk mengevaluasi organisasi, usaha maupun administrasi koperasi.

Hal itu disampaikan Samuel saat diwawancarai wartawan fajarpapua.com, Rabu (23/9/2026), usai pembukaan pelatihan RAT koperasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UKM di salah satu hotel di Timika.

“RAT merupakan salah satu keputusan tertinggi dalam koperasi, baik untuk membahas pengelolaan organisasi, kegiatan usaha maupun administrasi. Karena itu, koperasi harus dikelola secara transparan, akuntabel dan efisien,” ujar Samuel.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan koperasi yang berada di wilayah kota, pesisir hingga pegunungan memiliki pemahaman yang sama mengenai tata kelola koperasi.

Karena itu, pelatihan RAT menghadirkan narasumber untuk memberikan pengetahuan kepada para pengurus dan pengelola koperasi, sehingga pelaksanaan RAT tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi benar-benar menjadi bagian dari evaluasi dan pengembangan koperasi.

Samuel menyebutkan, dari sekitar 754 koperasi yang tercatat di Kabupaten Mimika, baru sekitar 120-an koperasi yang dinilai sehat dan aktif menjalankan kegiatan.

“Dari 754 koperasi yang ada, koperasi yang sehat dan sudah berjalan sekitar 120-an. Karena itu, perlu ada evaluasi dan pembenahan agar koperasi yang belum aktif dapat kembali berkembang,” jelasnya.

Ia menilai koperasi memiliki potensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional, transparan dan melibatkan anggota secara aktif.

Samuel juga menyoroti sejumlah koperasi di Mimika yang telah mampu mengembangkan usaha dengan nilai ekonomi cukup besar. Keberhasilan tersebut, menurutnya, dapat menjadi contoh sekaligus sumber pembelajaran bagi koperasi lain yang masih dalam tahap pengembangan.

“Harapan kami ke depan, koperasi yang sudah maju dapat menjadi narasumber dan contoh bagi koperasi lain agar mereka juga bisa berkembang,” katanya.

Selain pengurus koperasi, Samuel mengajak masyarakat Mimika, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM, memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia dengan membangun usaha secara sehat serta memperkuat kerja sama melalui koperasi.

“Ini waktunya kita bersaing secara sehat, bukan saling membeda-bedakan. Koperasi harus menjadi wadah bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Mimika,” tegasnya.

Samuel menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Menurutnya, penguatan koperasi dan UMKM perlu berjalan bersama karena keduanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Ia berharap pelatihan RAT dapat diterapkan dalam pengelolaan koperasi, mulai dari administrasi, penyusunan laporan keuangan, evaluasi usaha hingga pengambilan keputusan melalui RAT.

“Tidak ada koperasi yang bisa berjalan sendiri tanpa RAT. Karena itu, dari kota, pesisir hingga wilayah pegunungan, koperasi harus mulai membenahi diri dan menjalankan tata kelola sesuai aturan,” pungkasnya.