Misteri Rapat “Rahasia Tim 10” di Grand Mozza Sebelum Pelantikan Pejabat Mimika

by -

Timika, fajarpapua.com
Pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemda Mimika pada Kamis (16/7) menyisahkan masalah. Tidak dilibatkannya Wakil Bupati Johannes Rettob serta di-nonjobkan-nya 30 pejabat asli Amungme dan Kamoro dari posisi pejabat eselon memunculkan beragam protes.

Pada Minggu (19/7) video penolakan dari tokoh muda Amungme, Yohanes Kaemong beredar luas di media sosial baik whatsapp maupun facebook.

Berbarengan dengan itu, juga pada hari Minggu beredar informasi adanya rapat rahasia tim 10 di Hotel Grand Mozza pada Kamis (16/7) sore sebelum pelantikan.

Rapat rahasia itu dihadiri sejumlah pejabat yang akhirnya melahirkan tuduhan jika nama-nama pejabat yang dilantik sore harinya merupakan “produk” rapat rahasia tersebut. Rapat dilaksanakan setelah rapat Monev. Kabarnya rapat tersebut hanya dihadiri beberapa pejabat (berkembang istilah rapat tim 10) dan rapat dilakukan setelah Wakil bupati pulang.

Sekda Mimika, Marthen Paiding disebut termasuk dalam satu pejabat yang hadir dalam rapat tersebut.

Ketika dikonfirmasi Fajar Papua, Minggu (19/7) malam, Marthen membantah kebenaran informasi tersebut. “Tidak ada, saya kurang tahu itu,” ungkapnya.

Ketika ditanya apa yang terjadi di Hotel Mozza sepanjang hari Kamis itu, Marthen mengatakan pada Kamis pagi rapat vidcon terkait Pengumuman kelulusan CPNS, selanjutnya rapat covid 19, setelahnya pada Kamis siang rapat monitor dan evaluasi (monev) pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Mimika.

“Saya tidak mau komentar, itu urusan pak Bupati dan pak Wakil,” ucapnya.

Marthen membantah jika rapat tersebut membahas tentang siapa-siapa yang bakal duduk dalam jabatan eselon II, III dan IV di lingkungan Pemda Mimika.

“Yang hadir itu ada 30 pimpinan OPD, saya kurang tahu soal rapat tim 10 itu,” bantah Marthen.