Dipertanyakan, APBD Mimika Triliunan, Tapi Kondisi Mama Kamoro Masih Seperti ini…

by -
Tokoh Kamoro, Marianus Maknaipeku berfoto di depan jualan mama-mama Kamoro.

Timika, fajarpapua.com

Mama-mama berjibaku di pinggir jalan. Mereka berjejer menjajahkan ikan, kerang, udang dan karaka. Tidak banyak warga yang berminat, hanya lalu lalang, ada yang sekedar melihat-lihat, ada juga yang membeli.

banner 300250

Sesekali muncul pick up membawa boks datang merapat. Satu dua mobil saja, setelah boks penuh mereka balik Timika.

Itulah pemandangan Minggu (26/7) di “Pelabuhan Sampan” Pomako Timika Papua. Mama-mama Kamoro, pelaut tradisional suku asli Mimika, menafkahi keluarga dengan berjualan hasil tangkapan sungai itu.

Mereka mengaku kesulitan dalam menjajahkan hasil tangkapan, sebab selama musim Covid 19, hanya sedikit warga yang menyambangi tempat itu.

“Belum laku, kemarin laku 50 ribu. Mudah-mudahan sebentar ada yang beli,” ungkap Tina, seorang penjual.

Bukan hanya dia, beberapa mama yang lain juga mengeluhkan hal yang sama. Pendapatan mereka turun drastis akibat wabah covid dan susahnya tempat pemasaran.

“Ini tempat pak Marianus Maknaipeku yang rintis. Dari pemerintah belum ada perhatian sama sekali,” ungkap seorang mama lagi.

Marianus Maknaipeku, tokoh Lemasko yang dikonfirmasi Fajar Papua di pasar dadakan tersebut mengaku prihatin dengan kondisi mama-mama Kamoro.

“Sedih, mama ini mereka jual di tempat yang tidak layak. Perhatian pemerintah tidak ada sama sekali, tempat ini mujur saya yang rintis” tuturnya.

Dikemukakan, dirinya pernah mengusulkan penimbunan di areal pinggir dekat lokasi pasar dadakan tersebut. Namun usulan itu ditolak, akibatnya warga berjualan di lorong jalan yang sempit yang membuat mereka harus berdesak-desakan antara penjual, pembeli dan mobil.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.